26 Februari 2010

Kelip Kunang-kunang

Suatu saat Sy bercerita kepada anak-anak bahwa tentang indahnya kelap-kelip kunang-kunang diwaktu malam..

Yg pada waktu itu, kita sebagai anak-anak kecil sengaja bermain keluar rumah mendekati areal persawahan dan memandang kelap-kelip kunang-kunang diatas persawahan yg bertebaran diatas batang padi.

Disaat bersamaan juga terdengar irama jangkrik bersautan memainkan iramanya.. Utk menunjukan dan menambah indahnya kelap-kelip kunang di malam hari..

Kadang kita masa kecil, mencoba menangkap binatang sumber cahaya itu, hanya untuk mengamati bagaimana binatang itu bisa memancarkan cahaya.. bahkan kita sampai tega mengamati hingga kunang-kunang tersebut (mati) tdk mengeluarkan cahaya lagi.... (Sadis ya waktu itu.. Kasihan sikunang-kunang).

Kita kecil juga mencoba menangkap sang kunang sebanyak-banyaknya.. Kemdian kita kumpulkan kedalam plastik seolah-olah sebagai lampu kita bawa selama diperjalanan pulan hingga dirumah. kita gantung seplastik kunang-kunang dirumah dgn mematikan lampu dirumah..
Sambil dgn girang mengamati lampu kelap-kelip kunang dirumah... (Dgn tanpa sadar, sbg anak2 sdh membuat punah si kunang2 tsb)..

Cerita tentang kunang2 terhenti sementara oleh pertanyaan anak-anak Sy "Memang spt apa kunang2 itu.. Bisa bawa lampu?"...
Ok krn anak2 sdh ngantuk... Jd ceritanya berlanjut nanti kemudian..

Intisari:
- kadang perlu mempertimbangkan tentang anak turunan kita.. Dalam mengeksploisasi dan menjaga alam.. Jgn sampai Mahkluk Allah SWT punah hanya karena kepentingan kesenangan kita saat ini.

Bintaro, 26Feb2010

BlackBerry®powered by INDOSAT

20 Februari 2010

Tulisan pingiran: Pilih MeNabung atau MengHUtang?

Konon dunia perbankan Indonesia prihatin karena menabung belum menjadi budaya bangsa. Bahkan sampai orang nomor satu di negeri ini Presiden SBY mencanangkan program 'Ayo Menabung'.

Tulisan ini seperti tulisan saya sebelumnya memang tidak ilmiah wong saya tidak pernah belajar ekonomi apalagi perbankan. Ini hanya tulisan pinggir jalan. Tapi bisa jadi tulisan ini mewakili sebagian diantara kita.

Kembali ke tema awal seperti tertulis pada judul diatas. Kalau pertanyaan pada judul tulisan ditanyakan pada teman-teman pilih nabung atau pilih hutang jawabannya tidak terlalu sulit. Tergantung pada konteknya.

Bagi orang-orang pinggiran atau terpinggirkan. Tentu tidak akan memilih menabung. "Emangnya kalau nabung bisa beli rumah Tipe 21 atau RSS?" Seandainya sekarang harga rumah tipe seperti itu tiga puluh juta rupiah, lima belas tahun lagi saat uang kita sudah tigapuluh juta, harganya sudah berubah jadi selangit. Lah, padahal sekarang tetap harus bayar kontrakan.

Lebih lebay lagi kalau ada yang mengatakan "Apanya yang mau ditabung mas, wong buat biaya sehari-hari saja masih bagus kalau nggak 'ngebon' ke warung sana-sini".

Sekarang meningkat dikit untuk orang-orang 'kelas menengah' atau yang merasa sudah 'kelas menengah'. Mau beli mobil atau motor. Pilih mana? Nabung dulu baru beli kendaraan atau beli tapi ngutang (baca: kredit, biar agak keren). Jawabannya bisa macam-macam. Pembaca tulisan ini mungkin bisa bantu menjawab. Hehe... sori ya namanya juga tulisan pinggiran. Boleh dong minta pendapat pembaca.

Disisi lain biaya administrasi untuk tabungan kelewat mahal. Bayangkan saja untuk biaya administrasi sebuah tabungan angkanya bisa lebih dari seratus ribu rupiah per tahun. Jadi kalau tabungan cuma puluhan ribu saja, misalnya buat mengajari anak-anak menabung. wah bakal tekor itu tabungan. Bukan punya saldo malah habis buat membiayai perbankan yang sudah kaya.

Lain halnya kalau ditanyakan kepada orang yang kelebihan duit. Pertanyaannya bukan lagi 'menabung atau menghutang?' Tapi Menabung (baca: Investasi) dimana?

Alasan lain kenapa kita harus menghutang, karena perbankan juga yang mengajari kita 'pintar berhutang' dengan memberikan banyak produk. Seperti Kredit Pemilikan Rumah, Kredit Renovasi Rumah, Kredit Kendaraan dan sebagainya. Bahkan konon ada Kredit buat biaya pernikahan. (Gak tau nih untuk Pernikahan Siri ada apa tidak). Tak kalah populer yakni kredit 'kecil-kecil' seperti Kartu Kredit dengan persyaratan yang sangat mudah. Bahkan ada Bank yang menawarkan dengan persyaratan administrasi diisi oleh Bank sendiri, entah dimanipulasi atau tidak yang jelas calon Kreditur cukup isi formulir dan tidak perlu biaya Administrasi (Iuran) Tahunan.

Jadi perilaku masyarakat, dalam hal ini tak pernah lepas dari kebijakan dari atas sono (hehe.. gak tau atas itu yang mana). Wong sekarang katanya rakyat yang berkuasa/diatas juga kok.... dengan 'demo-kresi dan demo-n-trasi'.

17 Februari 2010

Lyric/lagu jadul

Catatan Si Boy (Ost. Catatan Si Boy 1) lyrics

Artist: Ikang Fawzy
Album: Ost. Catatan Si Boy 1 (1987)
Source: Anime Lyrics Music - myLyric
(http://mylyric.6te.net/lyrics.php?artistlyrics=Ikang_Fawzy--Catatan_Si_Boy_Ost_Catatan_Si_Boy_1)


Siapa tak kenal dia
Boy anak orang kaya
Punya teman segudang
Karena pergaulannya
Baik budi dan tidak sombong
Jagoan lagipula pintar
Oh Boy, cermin anak muda

Seperti ku remaja
Impian kawula muda
Maka tak heran kita
Dia playboy di zamannya
Baik budi dan tidak brutal
Jagoan lagipula pintar
Oh Boy, semua dekat padanya

Kehidupannya tak kenal frustasi
Tiada rumus gengsi
Hatinyapun bersih
Boy Boy Si Boy
Suatu imajinasi anak muda masa kini
Pemuda yang seksi

03 Februari 2010

Pancaran Semangat Setara Jihad ole Aji

Suatu sore di tahun 2009, sambil duduk di depan rumah menikmati weekend setelah merapikan toko, datanglah lelaki baya sederhana sekitar 50-an, pakai sepeda mini butut 20', tidak beralas kaki, dan terdapat bercak lumpur sawah di tubuhnya. Setelah unjuk salam dia bertanya ke saya, "Apakah Bapak menjual ban luar BEKAS untuk sepedea ukuran 20?". Lantas saya jawab kalo sy tidak menjual ban luar sepeda bekas. Dia terlihat kecewa, dan terdiam. Suasana di luar mendung dan sejuk, dan sambil santai saya tawarkan dia duduk di samping sy sambil menawarkan rokok yg sy hisap. Duduklah Bapak tadi, menerima rokok dan menghisapnya, lantas terjadi dialog diantara kami. Dia adalah seorang buruh tani miskin, yang rumahnya cukup jauh sekitar 30-an KM, dan rupanya ban sepedanya sobek. Untuk bisa pulang, ban itu hrs diganti.

"Kenapa tidak dibelikan yg baru saja Pak", tanya sy. Dia menjawab kalo uangnya untuk itu tidak cukup. Dia bekerja sebagai buruh cangkul di sawah dengan upah 23 rb dari pg sampai siang hari. Hari itu dia dpt upah 35 rb, karena sampai sore hari. Ban luar harganya 25 rb, sdgkan kalo dibelikan maka tinggal 10 rb sisa yg dibw ke rumah. Lantas di mengatakan, dia tidak tega memberikan 10 rb kpd isteri dan 2 anaknya yg msh jd tanggungannya, karena kebutuhan pokok mahal, dan hanya itulah uang yg ada hari ini, dan besok mesti cari lagi untuk memberi nafkah kepada keluarganya esok hari. Sedikitpun dia tidak menampakkan kecemasan, apakah besok dia dapat uang untuk menafkahi keluarganya atau tidak, yg ada adalah pancaran semangat berusaha memenuhi kewajibannya sebagai seorang laki-laki untuk bertanggung jawab atas nafkah keluarganya. Sy terpesona dan kagum atas semangat, kemauan, tekad dan usahanya yang di usia senja, sebenarnya pekerjaan itu sudah tidak layak lagi karena berat secara fisik, dan itu diungkapkan oleh laki-laki yg tidak tamat SD di masa lalu.

Sy tahu Bapak itu sudah ditunggu keluarganya sembari mengharap rezeki yg Allah berikan melalui tangannya. Allah berkenan untuk sore itu menakdirkan sy berbuat baik untuk sekedar memastikan Bapak itu pulang menjumpai anak isterinya yg sudah menunggu. Roda sepeda butut itu berputar kembali dikayuh oleh seorang pejuang tangguh, bahkan teramat tangguh bagi keluarganya guna kepentingan mencari nafkah untuk besok, lusa, dan seterusnya hingga tuhan menakdirkan yg lain untuk dirinya.

Itulah mengapa dengan rahmat dan kemahamurahan-Nya, terang-terangan Allah yg maha segalanya, bertransaksi jual beli dengan manusia dalam bentuk amalan dan satu-satunya amalan, yaitu Jihad Fi Sabibilah yg akan dibeli oleh Allah langsung dg harga SORGA.
Allah juga menggariskan bahwa kewajiban kaum laki-laki dalam mencari nafkah yang dilakukan dengan niat ibadah sebagai kewajiban karena perintah-Nya, maka pahalanya setara Jihad Fi Sabilillah, yang apabila dia mati karenanya, maka SORGA balasannya. Wallahu a'lam bisshawab.

Aji/

    Alumni Fisika 1

    Agus Wuryantoro * Aminurohman * Atmaji Sukoco * Daniel Sadono * Djoko Triwidayanto * Djumono * Dwi "Sendrum" * Dwi Endri Setyowati * Eko Budi Prasetyo * Eko Sujatmiko * Eling Tumiarsih * Endang Mugiastuti * Endar Prastono * Fifi * Avanti Sulistyo Dewi * Halomon Purnomo Sitanggang * Haris Kurniawan * Hartoyo * Hikmah Nur Anggraeni * Imbuh Sulistyorini * Jarot Haryo Wibowo * Joko Sulistyo Tetuko * Joko Sutarno * Judi Elviana * Kasino * Kiswanto * Komariyah * Luthfi Bahyu Aji * Manisman * Mardiyono * Meini Arwati * Miko Hananto * Mukhamad Hasim Iswanto * Paiman * Pudjianto Eko Seno * Putut Wijonarko * Riyadi * Rudi Hartono (Alm) * Sigit Tri Wuryanto * Siti Rokhimah * Slamet Riyadi * Sugiri * Sugiyono * Susilo Wardoyo * Wihartoyo * Yohanes Sukmono

    Alumni Fisika 2

    Agung Budiyono * Agung Prabowo * Ambar Setyorini * Anwar * Mustajabul Mufid * Bambang Ari Prastono * Christina Melyana Rosita * Edi Kurniawan * Hartiningsih * Ie Ay Tjen * Imam Sudibyo * Marsidi * Munirudin * Puji Sri Diananingsih * Purwidiyanto * Ros Mariani * Rudi Aji Hermawan * Rudy Widyantara * Rusdi Pujianto * Sigit Pramudyana * Slamet * Slamet Rahardjo * Slamet Yudho Kusworo * Soenarso * Sri Setiyanti * Sugeng Riyadi * Sugiyanto * Suherman * Supriyanto * Supriyono Subegjo * Sutrisno * Tato Sri Hartono * Teguh Supriyanto * Tori Subiyanto * Tri Adi Wibowo * Tri Wahyudi * Tri Widiyarto Triyono * Umar Sahid * Uud Dharma Aji * Wahyu Indarto * Wasingah (Alm) * Wisnu Subiyanto * Wiwit Kurnanto * Yan Yan Garuyana * Yusda Indria Ambarwati * Yusuf Wibandoko

    Alumni Biologi 1

    Ana Satrianingsih * Antonius Rudi Sasongko * Arin Kurniawati * Arwiyani * Asti Hari Mulianingsih * Bagjowati Lestariningsih * Banu Hestiono * Budi Setyorini * Defrita Elijanti * Dian Saraswati * Djeni Edhi Wibowo * Dwiyanto Indrawan * Dyah Sri Sulistyani * Ekowati Puspitasari * Elisa Setiyawati * Endang Parjiatmi * Estiningtyas Dharmawasih * Hartono * Hedy Soeswandono * Hendrikus Awan Sudewo * Humaedi * Ibnu Wibowo * Indah Warni * Indaryati * Indrawati * Irianto * Isnaeni Widyawati * Karni Widiastuti * Khamid Rifai * Lina Septianingrum * Mohammad Fajar * Nurchayati Salamah * Pujianingsih * Purwanto * R.r. Nur Pawekas Widiastuti * Reni Nursanti * Rudi Sunarko * Sairin * Samirah * Saptono Susilo * Sri Hariyatiningsih * Sugiarti * Rinawati * Susi Harjanti * Tri Widiono

    Alumni Biologi 2

    Abu Darin * Ani Salamah * Bambang Edi Sumarno * Bambang * Setijawan * Dwi Haryanto (Karanganyar) * Edi Musriyanto * Edi Sutarto * Endang Dwi Astuti * Eri Nur Widiastuti * Hartiwi Indaryanti * Komarudin * Kusriyani * Liliek Hikam Himawan * Lilis Kurniawati *Martono (Tangerang) * Mastuti Kustianadjanti * Misman * Mujiono * Munirah * Novi Ratnawati Rahayu (Semarang) * Nur Chayati * Nurhayati Salamah * Prarianto * Respatiningsih * Setijono (Lampung) * Setiyadi (Bali) * Sri Haryani * Sri Purwanti Dewi * Sri Susmiyati * Sugito * Sulasmi * Sumartini * Supiarti * Supraptiningsih * Supriyadi * Suratmi * Suratmin * (Makasar) * Suratni * Sutji Nurhayati (Cilegon) * Tangguh Priatmoko Aji * Tanti Estiningsih * Teguh Setiawan * Tri Endar Suswatiningsih * Tuti Winarni * Wahyu Dwi Nugroho * Widi Hastina * Wing Wiharo (Solo) * Yunita Puspita Dewi

    Alumni Bahasa

    Ambar Pujiyatno * Anando Haryanto * Arief Prasetyo * Arlisman * Beti Rosmawati * Cahyo Pramono * Darwati * Dasuki Suprapto * "Didot" * Dwi Astuti * Edi Suprapto * Ellya * Nila Kusuma * Eni Kusrini * Ety Yuliastuti * Fajar Iva * Ganang Sutopo * Jusiphie Swasti Putra Utami * Kodriyanto * Kristanti Nurwidiyani * M. Romadi * Maria Theresia Ita * Wahyu Yuda Wasti * Muji Sumarti * Muridan * Ninik Ariyani * Nugro Ratnasari * Reny Citasary * Sakimun * Safyudin * Sri Subiyanti * Sulis Tiyowati * Supriyati * Swari Panca Utami * Teguh * Setiyono * Titi Purnawati * Triyanto * Tuti Sugiarti * Urip Danang Nugroho * Walgiyati * Warih Prabowo * Waris * Ronggowarsito * Wiwik Widiasih * Wury Udaningsih * Yatiningsih

    Alumni IPS 1

    Bambang Purwanto * Catherima Neni Suryandari * Christina * Indah Haryanti * Darsimin * Dedi Noerwahyudi * Djatining * Palupi * Djoko Tri Hantoro * Dumpyuk Eti Nurani * Edhi Sasono * Eko Heri Kiswanto * Eko Wahyudiono * Eli Susmieni * Erma Sulistianingsih * Fifti Miniasih * Fitri Rokhmah * Ignatius Edi Saptomo * Ignatius Sigit Kuncoro * Indra Lasmonowati * Kartika Rusmartini * Kasman * Margaretha Indarti Sukmawati * Maryati Is Purwanti * Moh. Basyarudin * Neni Budi Pratiwi * Nugroho Ediharjo * Nuniek Indriani * Purwanti * Risbudiyono * Sigit Priyadi * Slamet Widodo * Sri Kurniati Khofifah * Sri Suprapti * Sudjud Pambudi * Suharyati * Suharyatun * Susianto * Sutadi * Sutarto * Sutomo * Tien Herawati * Toto Tri Baryanto

    Alumni IPS 2

    Abdul Chodik Mukti * Aminah Zuhriyah * Amrih Wibowo * Ananto Handoyo * Anytri Juliawati * Arum Hapsariningtyas * Bambang Mulyono * Barkah Widiyati * Bibit Murti Rahayu * Catur Prasetyo * Dany Wibowo * Densy Fianti * Djuli Setijadi * Dwi Safarini * Dwi Suprihatiningsih * Joko Waluyo * Jony * Wijonarto * Maria Sri Sulastri * M Guntur Prahoro * Minarti * Mugi Rahayu * Muslimah * Restu Ariyani * Retno Wardani * Rina Susanti * Romelani * Roni Andarwantoro * Roslitasari * Rr. Tunjung Bayuwati * Rusmono * Santoso Ari * Nurhadi * Setiyowati * Slamet Riyadi * Sri Indah Wahjuni * Sri Sulastri * Stepanus Setyo Widiyanto * Siti Murfingah * Sugiarto * Supadmi * Suripto * Syaifulludin * Tresnani * Tri Budi Susetyo * Umi Fatimah Warisno * Widiyanti * Widodo

    Sekretariat

    * PondokJaya, Sektor 3A, BintaroJaya, Tangerang
    * Jl. Parkit Sektor2, BintaroJaya, Jakarta Selatan

    Email : DePOTTER90@Ymail.com

    Followers