28 Januari 2009

Apakah Anda Seorang Spesialis atau Generalis ?

Apakah Anda Seorang Spesialis atau Generalis ?

Kategori Organisasi Industri
Oleh : Ubaydillah, AN
Jakarta, 3/14/2008

Kapan Mulai Memilih?

Apa yang dimaksud dengan spesialis dan generalis itu? Kalau melihat penjelasan Peter F. Drucker (1995), spesialis itu adalah orang yang mendalami bidang tertentu. Umumnya, spesialis itu adalah orang yang di-training khusus atau memasuki pendidikan khusus untuk bidang yang khusus. Ada juga spesialis yang melalui proses non-formal, misalnya saja melalui pengalaman atau kreativitas diri (self-creativity). Orang spesialis mengetahui banyak hal tentang sedikit hal. Lazimnya, spesialis ini terkait dengan keahlian teknik atau profesional.

Ini beda dengan orang generalis. Generalis adalah orang yang tidak mendalami bidang khusus atau tidak mendapatkan pembinaan khusus. Generalis ini bisa lahir dari sekolah atau pengalaman. Orang generalis mengetahui sedikit hal tentang banyak hal. Lazimnya, generalis itu terkait dengan keahlian administratif dan manajemen (managing).

Pentingkah kita memilih untuk menjadi orang spesialis atau generalis? Bisa penting bisa tidak, tergantung konteksnya, tergantung kapannya, dan tergantung tujuannya. Tapi, secara umum, memilih sebagai spesialis dan generalis itu penting. Kenapa? Alasannya bermacam-macam. Ada yang mengatakan ke saya bahwa alasannya adalah untuk menyiasati keadaan yang terus berkembang dan permintaan "pasar". Beberapa direktur HRD BUMN mengatakan, dulunya dia memang menjadi orang generalis, tetapi karena sudah pensiun, dia memilih menjadi orang spesialis. Misalnya saja dengan menjadi konsultan SDM, menjadi penulis, atau narasumber beberapa kegiatan manajemen.

Ada lagi yang mengatakan, alasannya adalah untuk memudahkan fokus pengembangan diri. Kalau kita merasa lebih pas sebagai generalis, maka pusat perhatian kita adalah orang dan pekerjaan. Sebaliknya, kalau kita merasa lebih pas sebagai spesialis, maka fokus perhatian kita adalah bidang spesifik yang kita tekuni itu. Ini hanyalah sebagai bantuan untuk memudahkan fokus pengembangan diri ke depan.

Dengan adanya pemetaan ini maka fokus kita menjadi lebih terarah. Kalau menirukan ucapan Brucle Lee, untuk menjadi orang yang kompeten di bidang-bidang yang kita pilih dibutuhkan fokus pikiran setajam sinar laser. Fokus menjadi penting dalam pengembangan diri. Jika tidak ada fokus, maka arah pengembangan tidak jelas dan proses pengembangan pun biasanya memakan waktu lama. Fokus dapat memudahkan dan mempercepat proses.

Ada juga yang mengatakan, alasannya adalah untuk mempertegas posisi dalam networking. Seperti yang sudah kita bahas di sini, networking itu bukan sekedar menukar kartu nama atau saling sms an. Ini memang bisa juga disebut networking, tetapi kalau bicara level, tentunya masih sangat superfisial (permukaan). Baik ditinjau dari sisi bisnis atau pengembangan karir, networking yang masih sangat superfisial ini kerap kali tidak membuahkan hasil.

Karena itu, para pakar menyarankan agar kita meningkatkan level kemampuan networking ini. Kualitas networking yang paling tinggi adalah ketika kita mengenal orang yang juga mengenal kita tentang apa yang kita dalami kemudian menjelma menjadi sinergi, kerjasama atau yang lainnya. Nah, kalau orang lain tidak tahu secara jelas apa sebutan kita, mungkin ini agak sedikit menyulitkan.

Kapankah sebaiknya kita memulai memutuskan untuk menjadi orang generalis atau spesialis? Ini pun tergantung. Tidak ada hukum tetap yang mengatur ini. Secara umum, kalau melihat jalur karir (career path) yang dipakai di sejumlah perusahaan, baik itu di dalam atau di luar negari, waktu pemilihan yang tepat adalah sesuai dengan progres karir kita.

Sebagian besar orang yang baru memulai berkarir, mereka dituntut untuk menjadi orang generalis, terlepas apapun keahliannya dan latar belakang pendidikannya. Seorang akunting baru bisa saja diberi tugas untuk menangani pekerjaan yang tidak sesuai dengan spesialisasinya. Sebaliknya juga begitu. Orang generalis terkadang diberi tugas untuk menangani pekerjaan yang mungkin sangat spesialis.

Ini tidak hanya berlaku di perusahaan. Sistem pendidikan kita pun menerapkan cara ini. Dari mulai SD sampai SMA, kita dikondisikan untuk menjadi orang generalis. Kita belajar agama, matematika, komputer, bahasa, dan lain-lain. Begitu kita sudah memasuki perguruan tinggi, barulah kita diarahkan untuk menjadi orang spesialis. Ini misalnya ada jurusan akunting, bahasa, komputer, pendidikan anak, psikologi, dan lain-lain.

Jadi kapan kita mulai memilih? Kalau acuannya kualitas, kita bisa memulainya setalah memahami berbagai prinsip dasar yang berlaku pada pekerjaan / profesi yang sesuai dengan kompetensi. Soal waktunya bisa bermacam-macam, tergantung kebutuhan. Mungkin setahun, tiga tahun atau lima tahun. Ini semua dengan catatan jika kita melihatnya sebagai hal yang penting.

Kompetensi Umum

Secara literaturnya, kompetensi itu berbeda dengan keahlian. Bedanya apa? Kompetensi itu adalah hasil penerapan keahlian, pengalaman atau pengetahuan dalam sebuah pekerjaan. Kompetensi adalah sehimpunan kapabilitas yang dicapai seseorang melalui berbagai skill (PSA Industry Training Paper, PSW, New Zealand, 1993). Kompetensi menentukan kinerja.

Tapi dalam prakteknya, keahlian dan kompetensi itu sering digunakan untuk menjelaskan tingkat dan jenis kecakapan tertentu. Inipun sah-sah aja. Lalu, kompetensi apa yang perlu dimiliki oleh seorang spesialis dan generalis? Tentunya banyak dan ini tergantung pada konteks. Tetapi secara umum, kalau melihat literatur kompetensi, ada acuan yang bisa kita jadikan rujukan.

Kompetensi kunci yang perlu dimiliki oleh seorang spesialis adalah kecakapan tehnik dan profesional. Untuk mengukurnya, kita bisa menggunakan acuan milik Spencer (1993) di bawah ini:

  • Anda baru bisa mengerjakan tugas-tugas yang sederhana (tugas yang tidak membutuhkan ketrampilan). Kalau pun pekerjaan itu menuntut ketrampilan atau keahlian, itu dapat dipelajari dalam beberapa jam atau beberapa hari. Anda baru bisa mengerjakan pekerjaan yang sifatnya rutin (skala: 1).
  • Anda sudah punya keterampilan dasar, mampu mengerjakan tugas yang berurutan, memerlukan latihan beberapa minggu untuk menguasainya (skala: 2)
  • Anda sudah layak disebut tenaga terampil. Anda sudah bisa menangani beberapa tugas yang membutuhkan perencanaan dan pengaturan ( skala:3).
  • Anda sudah layak disebut punya keterampilan tinggi. Ada mengerjakan tugas yang kompleks dan beragam, membutuhkan perencanaan yang teliti untuk mendapatkan hasil yang baik (skala: 4).
  • Anda sudah layak disebut sebagai profesional dasar. Anda mampu memberikan pengaturan dan pelayanaan profesional kepada pihak lain. Biasanya membutuhkan pendidikan formal seperti kuliah atau gelar keprofesionalan tertentu atau berdasarkan pengalaman yang dimiliki (skala: 5)
  • Anda sudah layak disebut profesional menengah. Anda memberikan pelayanan spesialis dari suatu profesi secara lebih khusus. Biasanya membutuhkan pendidikan yang intensif atau melalui pengalaman yang cukup panjang (skala: 6)
  • Anda sudah layak disebut profesional atau pakar. Anda ahli dibidang tertentu karena memiliki penguasaan filosofis, pengetahuan dan pengalaman yang mendalam di bidang Anda (skala: 7).
  • Anda sudah layak disebut "begawan". Anda termasuk orang yang diakui dan memiliki otoritas yang sangat tinggi untuk suatu bidang (skala: 8)

Sedangkan kompetensi umum yang perlu dimiliki oleh orang generalis adalah managing things or people (resources). Yang termasuk ke dalam "things" di sini adalah informasi dan pekerjaan. Seorang generalis biasanya dituntut untuk mendapatkan informasi yang lebih cepat, mensinergikan informasi, dan mengolah informasi menjadi pekerjaan. Tuntutan lainnya adalah, perlu mengetahui seluk beluk wilayah operasi pekerjaan dan detil kongkrit operasional pekerjaan itu. Meskipun tidak ahli, tetapi butuh pengetahuan yang akurat untuk membuat keputusan. Sedangkan yang termasuk ke dalam cakupan "people" di sini antara lain: tentang bekerjasama, dinamika kelompok, kepemimpinan, dinamika interaksi, komunikasi atau interpersonal skill.

Bisakah kita menjadi generalis dan sekaligus spesialis? Dalam teorinya mungkin ini sulit dijelaskan, namun dalam prakteknya sudah biasa. Ada orang yang bisa memainkan peranan sebagai spesialis dan juga generalis. Ada yang bisa memainkan sebagai konseptor dan juga aktor. Ada yang bisa menjadi people of thought dan people of action sekaligus. Bahkan terkadang ini bukan lagi soal pilihan, tetapi tuntutan keadaan juga. Ini bukti bahwa kapasitas manusia itu tak terbatas. Kitalah yang sering membatasinya.

Tiga Prinsip Utama

Kalau memperhatikan kondisi di lapangan, selain ada kompetensi umum, ada lagi kecakapan / keahlian prinsip yang mutlak perlu dikuasi / dimiliki. Dikatakan mutlak berarti tidak bisa ditinggalkan. Ini berlaku bagi seorang generalis dan spesialis. Apa saja itu?

Pertama, perlu mendalami hal lain yang relevan. Kalau kita memilih spesialis di bidang pendidikan, namun yang kita tahu hanya persoalan pendidikan, akan lebih bagus kalau tahu pendidikan dan tahu perkembangan tehnologi yang relevan dengan pendidikan. Meskipun kita memilih sebagai spesialis, kita pun perlu melirik bidang lain yang relevan. Ini justru berguna untuk memperkuat spesialisasi kita. Begitu juga kalau kita memilih sebagai generalis. Kita pun perlu memiliki spesialisasi yang relevan.

Kalau dilihat dari konsep learning, pemetaan di atas, memilih menjadi spesialis atau generalis, itu pilihan yang bisa kita jalankan untuk kondisi yang ideal. Ini yang masuk ke dalam kategori "Generative Learning". Jadi kita mengatur langkah kita sesuai yang kita mau. Namun karena praktek hidup ini terkadang berjalan sendiri di luar kemauan kita (less ideal), maka kita perlu menerapakan "Adaptative Learning", kita mengatur langkah kita sesuai irama keadaan. Tujuannya sama, yaitu: terwujudnya perubahan-diri ke arah yang lebih baik di masa mendatang.

Jadi kalau disederhanakan, kita perlu memilih bidang keahlian sesuai dengan pekerjaan atau profesi yang kita pilih, tetapi pada saat yang sama, kita pun perlu membuka diri terhadap kenyataan, membekali diri dengan berbagai kapasitas yang dituntut oleh realitas. Dengan cara ini kita tetap menjadi orang yang focused dan flexible.

Kedua, kesalehan moral. Mau kita memilih sebagai generalis atau spesialis, kesalehan moral tetap menjadi vital. Orang mempercayai kita bukan semata karena keahlian atau kompetensi. Orang mempercayai kita karena kesalehan moral juga. Biarpun kita ekspet sebagai generalis atau spesialis, tetapi kalau tidak didukung dengan kesalehan moral yang memadai, mungkin kita sulit menemukan orang yang mau trust. Bukan itu saja. Keahlian atau kompetensi kerapkali tidak bisa menyelamatkan kita dari jatuh.

Ketiga, komunikasi. Komunikasi di sini mencakup komunikasi sebagai skill mental, soft skill atau interpersonal skill dan komunikasi dalam pengertian bahasa. Bahasa di sini juga mencakup pengertian bahasa sebagai kemampuan menggunakan bahasa (bagaimana berinteraksi dengan orang lain) dan bahasa sebagai ilmu pengetahuan yang kita kuasai, misalnya pengusaan bahasa tulis, lisan, bahasa asing, dan lain-lain.

Mau kita memilih menjadi generalis atau spesialis, komunikasi di sini berperan vital. Seorang spesialis tetap bekerja dengan orang lain, butuh keterlibatan orang lain, bukan bekerja dengan spesialisasinya. Lebih-lebih seorang generalis. Bahasa dalam arti seni berkomunikasi (art) dan bahasa dalam arti penguasa ilmu bahasa (science), entah bahasa sendiri atau bahasa asing, menjadi penting bagi spesialis dan generalis.

Semoga bermanfaat.


sumber :
(http://www.google.co.id/url?sa=t&source=web&ct=res&cd=2&url=http%3A%2F%2Fwww.e-psikologi.com%2Fepsi%2Findustri_detail.asp%3Fid%3D480&ei=A8x_Sb6AJZiq6wPdk8n_BA&usg=AFQjCNE9NbAah5Lo7XCAFYkgNHV_3U5gZA&sig2=oMF_O_6unNgBEyKhzP2cFw
Lanjutannya...

15 Januari 2009

Group D'Potter di Facebook

Teman-teman yang belum join Facebook, ayo segera bergabung, karena sudah ada group D'Potter di sana, mudah-mudahan silaturahmi kita bisa lebih jauh merangkul teman-teman yang belum sempat ketemu,

Ditunggu ya...

Lanjutannya...

01 Januari 2009

Selamat Tahun Baru 1 Muharram 1430H dan Tahun Baru 2009

Semoga di tahun baru ini, teman-teman alumni90 SMAN Gombong - Depotter90:
- selalu dalam Petunjuk dan Lindungan-Nya, diberikan kekuatan Lahir dan Bathin dalam menjalani kehidupan di tahun 1430H/2009 serta tahun-tahun berikutnya
- mendapatkan segala sesuatunya yang lebih baik
- dilimpahkan karunia Rahmat dan Hidayah-Nya
- Karir dan usaha yang lebih sukses
- Tercapai yang di impikan dan cita-citakan
- Bahagia dan sehat selalu...

Amien.. Amin... Amien...yaa Robbil alamiin
Lanjutannya...

26 Desember 2008

Contoh sukses Wong Gombong di Alfamart, mungkin anda DePotters menyusul

Selengkapnya baca di Swa.Co.id http://www.swa.co.id/swamajalah/sajian/details.php?cid=1&id=7815%22Details2008-12-25%204:28

Jejak Langkah Sang Konseptor
Senin, 28 Juli 2008
Oleh : Darandono, Fadlly Murdani dan Henni T. Soelaeman
Di tangannya, jaringan Alfamart menggurita dengan ribuan
gerai. Jejak gemilangnya juga terekam di Indomaret. Jangan
heran, ia kerap disebut sebagai sosok di balik sukses kedua
minimarket itu. Apa jurus ampuhnya?
Menyebut nama Chief Operating Officer PT Sumber Alfaria
Trijaya (SAT), Pudjianto, orang pun -- terutama kalangan
eksekutif dan pentolan bisnis ritel nasional -- akan
mengacungkan jempol padanya. Maklum, kelahiran Gombong, Jawa
Tengah, 4 Mei 1954, ini dikenal sebagai sosok di balik
keberhasilan Indomaret dan Alfamart. Berkat konsep yang
dibesutnya, kedua minimarket ini terus menggelinding ke
berbagai pelosok kota.

Setelah sukses membesarkan Indomaret, di tangannya, Alfamart
juga terus mengepakkan sayapnya. Saat dipinang Djoko Susanto,
pemilik Alfamart, pada 2001, gerai Alfamart baru 34. Pada
akhir 2001, jumlah gerai menjadi 145. Setahun kemudian, jumlah
gerai membengkak menjadi 350. Sampai akhir tahun lalu, jumlah
gerai sudah mencapai 2.266. Dan, saat ini gerai Alfamart
mencapai 2.600 dengan 26 ribu karyawan. Sampai akhir tahun
ini, gerai Alfamart ditargetkan mencapai 2.750. Tak hanya dari
sisi kuantitas, dari sisi ekuitas merek, Alfamart juga
tercatat sebagai minimarket nomor satu menurut data AC
Nielsen.

Strategi dan jurus apakah yang dilakukan Pudjianto? Diakuinya,
dibutuhkan waktu hingga satu tahun untuk mendesain konsep
Alfamart. “Perusahaan mengharapkan saya bisa membawa Alfamart
menjadi nomor satu dari jumlah unit dan keuntungan,” katanya.
Untuk memperbanyak gerai, menurutnya, ada beberapa
pertimbangan. Dalam hal potensi lokasi, misalnya, persyaratan
yang paling simpel: harus dihuni sekitar 2.000 kepala
keluarga, lalu-lintasnya harus dilalui angkutan umum, aman,
dan dilewati jaringan komunikasi. “Kalau dari hitungan bisnis
menguntungkan, kami berani buka outlet,” katanya.

Menurut Pudji, dalam mengelola minimarket, ada beberapa hal
yang perlu diperhatikan, antara lain lokasi, segmentasi,
pemilihan produk, pricing, promosi, komunikasi dan inovasi.
Untuk inovasi, Alfamart memang selangkah lebih maju. Lewat
member card, mengadakan program ronda sore dengan membagikan
berbagai hadiah (seperti format Tok Tok Wow). Alfamart juga
menggelar program Product of the Month (tiga produk tertentu
yang dijadikan maskot setiap bulan). “Inovasi pasti diikuti
orang lain, tapi yang penting apakah inovasi tadi sejalan
dengan bisnis kita,” ujarnya.

Untuk itu, Pudji berencana mengoptimalkan kartu keanggotaan
Alfamart dengan kemudahan pembayaran di setiap gerai berlogo
Visa Bank Permata. Keanggotaan kartu Alfamart saat ini, kata
dia, telah mencapai 1,2 juta orang dengan 26 juta transaksi
per bulan di seluruh Indonesia. Ia juga tengah menggodok
layanan baru, yakni transfer uang yang dapat dilakukan di
Alfamart. “Jadi, WNI yang ada di Hong Kong dan negara lain
bisa mengirim uang dan si penerima cukup datang ke Alfamart
untuk mengambil uang. Mereka tidak perlu ke bank.”

Saat ini, ia tengah gencar mengembangkan operator mandiri.
Dengan pola ini, SAT akan menggandeng calon investor yang
berminat membuka gerai Alfamart. Syaratnya, calon investor
menyiapkan lahan, sedangkan kegiatan men-set up toko dan
memenuhi perlengkapan dilakukan SAT. Bila lahan disetujui,
paling tidak SAT akan menginvestasikan dana Rp 300-450 juta
guna menyiapkan gerai. Pola kerja samanya, pemilik lahan hanya
menyiapkan 6 orang untuk mengoperasikan minimarket tersebut.
“Ini cara kami membantu yang lemah,” kata Pudji. Saat ini,
menurutnya, dari total gerai yang ada, sekitar 20%
dikembangkan dengan pola operator mandiri. Pola ini
dikembangkan dengan menggandeng mitra lain seperti Induk
Koperasi Angkatan Darat, Koperasi Pondok Pesantren dan Pusat
Koperasi Polri.

Selengkapnya baca di Swa.Co.id http://www.swa.co.id/swamajalah/sajian/details.php?cid=1&id=7815%22Details2008-12-25%204:28
Lanjutannya...

15 Desember 2008

Buruan Timpuk Gue

Jangan kaget dengan kalimat "Buruan Timpuk Gue". Karena dipagi hari, saat buka email ada subject unik yang di kirim temen kita Yadi, saat ini ngrantau di Bali. Ini adalah hasil kreatifitas disain grafis oleh Yadi. Disini Yadi membuat desain grafis dan tulisan email yang menawarkan Mimpi dan Lilas Balik.

Mimpinya adalah depotter90 menjadi sebuah produser film production dan seluruh alumninya menjadi bintang dan pemainnya, setenar artis-artis sekarang seperti Anjasmara, Tamara Blezynsky, Bunga Citra Lestari versi Dunia Mimpi DePotter90.

Kilas baliknya adalah situasi dan kondisi pada masa 80-90an pada saat masih sekolah. Dan juga menggambarkan mobil promosi yang berkeliling kampung, ciri khas bioskop lokal 'Lestar' atau Rahayu dalam mempromosikan filem-filem layar lebar....

Sejenak, ini bisa membuat kita senyum-senyum mengingat masa lalu dan pada waktu itu cukup senang di Gombong ada gedung bioskop yang menjadi hiburan filem satu-satunya di kota tercinta.

Coba lihat desain grafis (disamping) dan dan tulisan email dari Yadi (ex. Bio2) dibawah ini.



------------------------------------------------------------------------------

Disabtu sore yang indah.sebuah mobil L300 keliing kampung dengan pengeras suara yang keras sembari membagikan copyan poster film ukuran buku tulis.dan dengan lantang sang sopir berteriak membahana

BUAT WARGA GOMBONG DAN SEKITARNYA SELAMAT BERJUMPA... MALAM INI ADALAH MALAM MINGGU,MALAM PANJANG MALAM BERGEMBIRA...SAKSIKAN BERAMAI RAMAI MIDNITE SHOW
MALAM INI.TEPAT JAM 12 MALAM...SEBUAH FILM REMAJA ,FILM YANG MENGHEBOHKAN , FILM YANG AKAN MENGHARU BIRUKAN PERASAAN ANDA..DIBINTANGI OEH BINTANG BINTANG FILM TOP MASAKINI PUJAAN HATI ANDA..DENGAN HARGA KARCIS RATA RATA RP.5000.. DATANGLAH KE BIOSKOP KESAYANGAN ANDA " LESTARI THEATHRE " GOMBONG MALAM INI. AJAKLAH SUAMI /ISTRI ANDA,PACAR ANDA KARENA MALAM INI ADALAH MALAM MINGGU ,MALAM PANJANG DAN MALAM BERGEMBIRA
Lanjutannya...

09 Desember 2008

(4) Sempor yang Indah - Masih menjadi tempat favorit untuk Olah Raga/Jogging

Udara yang masih segar dan bersih menjadi tempat yang pas buat berolah raga 'Jogging' dan menjaga kesehatan serta baik untuk paru-paru..

Sambil Jogging juga bisa cuci mata, badan sehat, paru-paru menghirup udara segar... mata-pun juga bisa sehat dengan pemandangan alam nan hijau ( sekalian cuci mata)

Olah raga jogging tidak hanya milik pria, buat wanita juga bagus untuk kebugaran tubuh..

Nggak lari... jalan kaki tak apa lah... yang penting dapat yang segar-segar..

Kalau mau jadi atlet sungguhan.. Lari di waduk sempor bisa menjadi tempat yang pas untuk sprint..

Lanjutannya...

02 Desember 2008

(3) Sempor yang Indah - Asyik menikmati pemandangan berdua

Menikmati indahnya pemandangan bersama teman, dan siapa tahu ada yang bisa di foto yang bisa menambah objek pemandangan waduk sempor

Sepertinya memang asyik menikmati Sempor berdua-an

Melewati bendungan dengan begini lebih terasa suasananya

Memandang bukit yang gundul

Dari dulu Sempor masih sama... masih menjadi tempat favorite untuk merancang masa depan berdua
Lanjutannya...

    Alumni Fisika 1

    Agus Wuryantoro * Aminurohman * Atmaji Sukoco * Daniel Sadono * Djoko Triwidayanto * Djumono * Dwi "Sendrum" * Dwi Endri Setyowati * Eko Budi Prasetyo * Eko Sujatmiko * Eling Tumiarsih * Endang Mugiastuti * Endar Prastono * Fifi * Avanti Sulistyo Dewi * Halomon Purnomo Sitanggang * Haris Kurniawan * Hartoyo * Hikmah Nur Anggraeni * Imbuh Sulistyorini * Jarot Haryo Wibowo * Joko Sulistyo Tetuko * Joko Sutarno * Judi Elviana * Kasino * Kiswanto * Komariyah * Luthfi Bahyu Aji * Manisman * Mardiyono * Meini Arwati * Miko Hananto * Mukhamad Hasim Iswanto * Paiman * Pudjianto Eko Seno * Putut Wijonarko * Riyadi * Rudi Hartono (Alm) * Sigit Tri Wuryanto * Siti Rokhimah * Slamet Riyadi * Sugiri * Sugiyono * Susilo Wardoyo * Wihartoyo * Yohanes Sukmono

    Alumni Fisika 2

    Agung Budiyono * Agung Prabowo * Ambar Setyorini * Anwar * Mustajabul Mufid * Bambang Ari Prastono * Christina Melyana Rosita * Edi Kurniawan * Hartiningsih * Ie Ay Tjen * Imam Sudibyo * Marsidi * Munirudin * Puji Sri Diananingsih * Purwidiyanto * Ros Mariani * Rudi Aji Hermawan * Rudy Widyantara * Rusdi Pujianto * Sigit Pramudyana * Slamet * Slamet Rahardjo * Slamet Yudho Kusworo * Soenarso * Sri Setiyanti * Sugeng Riyadi * Sugiyanto * Suherman * Supriyanto * Supriyono Subegjo * Sutrisno * Tato Sri Hartono * Teguh Supriyanto * Tori Subiyanto * Tri Adi Wibowo * Tri Wahyudi * Tri Widiyarto Triyono * Umar Sahid * Uud Dharma Aji * Wahyu Indarto * Wasingah (Alm) * Wisnu Subiyanto * Wiwit Kurnanto * Yan Yan Garuyana * Yusda Indria Ambarwati * Yusuf Wibandoko

    Alumni Biologi 1

    Ana Satrianingsih * Antonius Rudi Sasongko * Arin Kurniawati * Arwiyani * Asti Hari Mulianingsih * Bagjowati Lestariningsih * Banu Hestiono * Budi Setyorini * Defrita Elijanti * Dian Saraswati * Djeni Edhi Wibowo * Dwiyanto Indrawan * Dyah Sri Sulistyani * Ekowati Puspitasari * Elisa Setiyawati * Endang Parjiatmi * Estiningtyas Dharmawasih * Hartono * Hedy Soeswandono * Hendrikus Awan Sudewo * Humaedi * Ibnu Wibowo * Indah Warni * Indaryati * Indrawati * Irianto * Isnaeni Widyawati * Karni Widiastuti * Khamid Rifai * Lina Septianingrum * Mohammad Fajar * Nurchayati Salamah * Pujianingsih * Purwanto * R.r. Nur Pawekas Widiastuti * Reni Nursanti * Rudi Sunarko * Sairin * Samirah * Saptono Susilo * Sri Hariyatiningsih * Sugiarti * Rinawati * Susi Harjanti * Tri Widiono

    Alumni Biologi 2

    Abu Darin * Ani Salamah * Bambang Edi Sumarno * Bambang * Setijawan * Dwi Haryanto (Karanganyar) * Edi Musriyanto * Edi Sutarto * Endang Dwi Astuti * Eri Nur Widiastuti * Hartiwi Indaryanti * Komarudin * Kusriyani * Liliek Hikam Himawan * Lilis Kurniawati *Martono (Tangerang) * Mastuti Kustianadjanti * Misman * Mujiono * Munirah * Novi Ratnawati Rahayu (Semarang) * Nur Chayati * Nurhayati Salamah * Prarianto * Respatiningsih * Setijono (Lampung) * Setiyadi (Bali) * Sri Haryani * Sri Purwanti Dewi * Sri Susmiyati * Sugito * Sulasmi * Sumartini * Supiarti * Supraptiningsih * Supriyadi * Suratmi * Suratmin * (Makasar) * Suratni * Sutji Nurhayati (Cilegon) * Tangguh Priatmoko Aji * Tanti Estiningsih * Teguh Setiawan * Tri Endar Suswatiningsih * Tuti Winarni * Wahyu Dwi Nugroho * Widi Hastina * Wing Wiharo (Solo) * Yunita Puspita Dewi

    Alumni Bahasa

    Ambar Pujiyatno * Anando Haryanto * Arief Prasetyo * Arlisman * Beti Rosmawati * Cahyo Pramono * Darwati * Dasuki Suprapto * "Didot" * Dwi Astuti * Edi Suprapto * Ellya * Nila Kusuma * Eni Kusrini * Ety Yuliastuti * Fajar Iva * Ganang Sutopo * Jusiphie Swasti Putra Utami * Kodriyanto * Kristanti Nurwidiyani * M. Romadi * Maria Theresia Ita * Wahyu Yuda Wasti * Muji Sumarti * Muridan * Ninik Ariyani * Nugro Ratnasari * Reny Citasary * Sakimun * Safyudin * Sri Subiyanti * Sulis Tiyowati * Supriyati * Swari Panca Utami * Teguh * Setiyono * Titi Purnawati * Triyanto * Tuti Sugiarti * Urip Danang Nugroho * Walgiyati * Warih Prabowo * Waris * Ronggowarsito * Wiwik Widiasih * Wury Udaningsih * Yatiningsih

    Alumni IPS 1

    Bambang Purwanto * Catherima Neni Suryandari * Christina * Indah Haryanti * Darsimin * Dedi Noerwahyudi * Djatining * Palupi * Djoko Tri Hantoro * Dumpyuk Eti Nurani * Edhi Sasono * Eko Heri Kiswanto * Eko Wahyudiono * Eli Susmieni * Erma Sulistianingsih * Fifti Miniasih * Fitri Rokhmah * Ignatius Edi Saptomo * Ignatius Sigit Kuncoro * Indra Lasmonowati * Kartika Rusmartini * Kasman * Margaretha Indarti Sukmawati * Maryati Is Purwanti * Moh. Basyarudin * Neni Budi Pratiwi * Nugroho Ediharjo * Nuniek Indriani * Purwanti * Risbudiyono * Sigit Priyadi * Slamet Widodo * Sri Kurniati Khofifah * Sri Suprapti * Sudjud Pambudi * Suharyati * Suharyatun * Susianto * Sutadi * Sutarto * Sutomo * Tien Herawati * Toto Tri Baryanto

    Alumni IPS 2

    Abdul Chodik Mukti * Aminah Zuhriyah * Amrih Wibowo * Ananto Handoyo * Anytri Juliawati * Arum Hapsariningtyas * Bambang Mulyono * Barkah Widiyati * Bibit Murti Rahayu * Catur Prasetyo * Dany Wibowo * Densy Fianti * Djuli Setijadi * Dwi Safarini * Dwi Suprihatiningsih * Joko Waluyo * Jony * Wijonarto * Maria Sri Sulastri * M Guntur Prahoro * Minarti * Mugi Rahayu * Muslimah * Restu Ariyani * Retno Wardani * Rina Susanti * Romelani * Roni Andarwantoro * Roslitasari * Rr. Tunjung Bayuwati * Rusmono * Santoso Ari * Nurhadi * Setiyowati * Slamet Riyadi * Sri Indah Wahjuni * Sri Sulastri * Stepanus Setyo Widiyanto * Siti Murfingah * Sugiarto * Supadmi * Suripto * Syaifulludin * Tresnani * Tri Budi Susetyo * Umi Fatimah Warisno * Widiyanti * Widodo

    Sekretariat

    * PondokJaya, Sektor 3A, BintaroJaya, Tangerang
    * Jl. Parkit Sektor2, BintaroJaya, Jakarta Selatan

    Email : DePOTTER90@Ymail.com

    Followers