26 Januari 2011

Yang jauh selalu tampak lebih bagus. Bersyukur tetaplah yang terbaik disadur oleh Wanchong (Purwanto)

Alkisah ada sepasang suami istri tamatan dpotter, setiap hari
kemana-mana selalu dengan mobil mewah. Yaa maklumlah mereka adalah
pasangan yang begitu sibuk dengan berbagai aktivitas. Sang suami
adalah seorang pengusaha sukses dan istri adalah wanita karir, top
markotop. Dan anak merekapun disekolahkan di tempat yang terbaik
dengan segala fasilitas yang serba mewah. Tentunya si anak juga
disediakan sopir yang mengantarnya kemanapun ia ingin pergi. Mereka
terkenal di sekitar tempat tinggal mereka dan hampir semua orang
mengenalnya termasuk mengenal semua kendaraan yang mereka pakai.
Mereka memang tidak tinggal dilingkungan khusus orang kaya. Para
tetangga masih banyak hidup sederhana. Tidak jadi masalah krn mereka
tetap dapat hidup rukun berdampingan. Dan masing-masing mempunyai
kehidupan sendiri.

Seperti biasanya mereka berangkat pagi dan baru pulang menjelang malam
dan itu berlangsung entah sudah berapa lama. "Pa, lihat betapa
bahagianya mereka. Jam segini mereka sudah ada dirumah, bercengkrama
dengan keluarga sedangkan kita masih sibuk dengan segudang pekerjaan"
Ucap sang istri ketika melintasi sebuah keluarga sederhana yang sedang
berbincang-bincang diteras rumah. "Iya...ya...ma? Enak banget mereka,
kapan yach kita bisa seperti mereka yang setiap saat bisa menikmati
waktu santai dengan keluarga" Dan suaminya pun mengiyakan sambil
menarik nafas panjaang sekali. Begitu terasa ada beban yang begitu
berat menghimpit dada mereka berdua. "Kadang-kadang mama rasanya ingin
meninggalkan semua ini dan hidup bahagia seperti mereka"

Sementara disisi lain, tetanggane dari teras rumah keluarga yang
dianggap berbahagia tadi juga merasakan hal yang sama, Begitu sang
istri melihat mobil tetanggane melitas di depan rumahnya tiba2 dia
berkata. "Ma Ramane, kapan yach kita bisa seperti mereka? Kemana-mana
selalu naik mobil mewah. Ibu yakin hidup mereka pasti sangat bahagia"
Ucap istri Sang peimilik rumah sederhana sambil menunjuk mobil yang
baru melintasi depan rumahnya. "Ya Inyong bisa merasakan hal yang
sama bu, kapan yah kita menjadi orang kaya seperti mereka, sebenarnya
saya selalu ingin berkerja keras hingga larut malam dan mendapat
penghasilan lebih besar tapi nggak ada yang harus dikerjakan, Mau
memetik cabe yang sekarang lagi tembus Rp 60 ribu, pohonnya baru
ditanam, nanti giliran panen harganya lima ribu" Pandangannya
menerawang jauuuh sekali.

Dilain waktu anak orang kaya itu tidak kalah gelisahnya ketika
menyaksikan anak-anak sebayanya diantar jemput sama orang tua mereka
kesekolah sambil berboncengan motor dengan bahagianya, tidak seperti
dirinya yang selalu diantar jemput sama sopir. "Alangkah bahagianya
jadi seperti mereka, kemana-mana selalu diantar orang tua mereka,
sedangkan kedua orang tuaku tidak pernah melakukannya. Mereka terlalu
sibuk dengan bisnis mereka. Aku iri dengan mereka" Anak itu mengeluh
dan menitikkan air mata.

Sementara sambil berlalu anak yg sedang di bonceng orang tuanya di
motor tadi berpikir dalam hatinya, "Aku ingin seperti anak yang ada di
mobil bagus itu. Kemana-mana ada yang antar kalau hujan tidak
kehujanan dan kalau panas tidak kepanasan, (Kalo naik motor hujan ga
kepanasan dan pas panas ga kehujanan). Begitu pula anak-anak yg sedang
berjalan kaki dan di antar orang tuanya, mereka dalam hati juga
berpikir seandainya aku bisa jadi seperti anak orang kaya itu, selalu
diantar mobil kemana-mana dan tidak perlu capek berjalan kaki
berkilo-kilo meter dan berbecek-becek ria"


Warga dpoter tercinta.......,
Cerita tersebut menggambarken bahwa manusia pada umumnya selalu
melihat orang lain lebih baik dan bahagia daripada darinya. Dan kita
juga sering mendengar bahwa "Manusia memang tidak pernah ada puasnya"
Omongan ini benar bagi orang-orang yang memang dikendalikan oleh
pikiran yg tidak syukur, karena kalau kita mau mengikuti pikiran kita
maka tidak akan merasa cukup. Sebelum kaya ingin menjadi kaya setelah
kaya ingin menjadi lebih kaya lagi dan seterusnya DAN SETERUSNYA. Dan
saat merasa dirinya benar-benar kewalahan mempertahankan segala efek
yang ditimbulkan oleh kekayaannya dirinya merasa lelah, capeee deeh,
merasa tidak ada waktu lagi untuk berkumpul dengan keluarga. Contoh
lainnya misalnya sebelum menjadi orang terkenal ingin menjadi orang
yang terkenal begitu terkenal, dirinya ngeluh lagi, merasakan ruang
geraknya menjadi terbatas dan tidak memiliki privacy lagi. Karena
kemanapun mereka pergi selalu ada orang yg memandangi, meminta tanda
tangan atau ingin berfoto dengannya.

Saat menjadi pengangguran seseorang hidup begitu stress, pingiiin
sekali kerja, ketika mendapatkan pekerjaan, mengeluh lagi karena
kerjaannya tidak cocok, gajinya terlalu kecil, jam kerjanya dan
kantornya terlalu jauh, merasakan tidak ada waktu bersantai dan
seterusnya. Emang ada pekerjaan yang kerjanya sebentar, ga ada
tanggungjawab, gaji tak terbatas, ambil sendiri di brankas, liburnya
banyak sesukanya???????

Pengangguran ingin menjadi karyawan, karyawan ingin menjadi bos
sedangkan bos selalu stress merasakan beban yang dipikul terlalu berat
dan merasakan dirinya selalu bekerja keras sementara dia memandang
anak buahnya tidak, ia marah pada semua orang.

Apasih yg kira..kira bisa mengatasi kondisi semacam ini...?

Salah satunya adalah Memili Rasa Syukur terhadap apa yang sudah kita
miliki dan tidak membanding-bandingkan hidup kita dengan hidup orang
lain, setiap manusia pasti mempunyai masalah dan beban masing-masing
yang tidak diketahui oleh orang lain. Orang hanya bisa melihat sisi
luarnya saja dalam hati siapa yang tahu.?

Kita melihat orang lain hidupnya lebih enak sementara orang lain
melihat hidup kita enak. Kita ingin menjadi seperti mereka demikian
juga sebaliknya, ketahuilah kita tidak bisa menjadi orang lain.
Nikmatilah apa yg ada, apa yg kita miliki, karena yg kita miliki
adalah apa yg terbaik bagi kita menurut Tuhan. Ya memang kadang kalo
pandangan kita lagi kabur, rumput tetangga lebih hijau.

Namun manusia bersyukur bukan berarti orang yg mudah menyerah kepada
keadaan. Manusia yang bersyukur adalah manusia yang selalu lapang dada
menerima hasil dari usahanya yang optimal. Sedangkan manusia yang
menerima nasibnya tanpa ada usaha adalah manusia yang putus asa.
Apapun dan berapapun yang didapatkan dari hasil usahanya bagi manusia
yang bersyukur selalu berkecukupan. Karena Manusia yang selalu
bersyukur tahu berapapun yang di dapatkan dalam dunia ini tidak akan
perna cukup. Kalau sudah seperti itu kenapa kita harus memaksakan diri
untuk mengejar sesuatu yang memang tidak pernah cukup ?

Mari kita ingat selalu sebuah pepatah kuno yang mengatakan bahwa
"Kekayaan bisa mendatangkan kesenangan tapi tidak kebahagian.
Kebahagiaan hanya datang dari Rasa Bersyukur dan Berkecukupan atas apa
yg kita miliki. Lanjutannya...

10 Desember 2010

Tulisan pinggiran: Wikileak, Siapa kebakaran jenggot?


Setelah serangan bom 11 September 2001, kini Amrik dapat serangan baru. Tidak langsung mematikan memang tapi cukup membuat repot petinggi negara adidaya tsb. Ribuan dokumen rahasia bocor dan di sebarluaskan.

Ketika bom WTC mempermalukan Negara Paman Sam terkait keamanannya. Wikilieak mempermalukan Amrik dari Kebijakan Luar Negerinya, Teknologi Informasi dan Intelejen.

Kabarnya, dari Kedutaan AS dan Konsulatnya di Indonesia saja lebih dari 3.500 dukumen. Wikileak juga punya 40.000 dokumen terkait Irak saja. Belum lagi dari seluruh kedutaannya yang sebanyak 274 kedutaan besar Amerika Serikat di berbagai belahan dunia, termasuk dari Departemen Luar Negeri AS. Jumlah dokumennya ada 251,287 buah. Dan hingga kini, yang dirilis belum sampai 300 dokumen.

Selain merilis dokumen rahasia menyangkut LN, Kabar yang paling baru bahwa oleh organisasi yang didirikan Julian Assange ini akan merilis dokumen rahasia , ‘perselingkuhan’ / kebijakan kotor lembaga keuangan dan perbankan Amrik.

Apasih yang rahasia?

Misalnya yang menyangkut Indonesia:

Dikutip dari salah satu forum: “Dalam dokumen berkode CRS Report RS20332 dengan judul East Timor Crisis: US Policy and Options tertanggal 5 November 1999 itu disebutkan bahwa Pemerintahan Bill Clinton menekan RI agar menerima kehadiran pasukan perdamai an internasional di Timor Timur usai jajak pendapat 1999”.

Kemudian dalam dokumen Tentang Pemilu 2004: CRS Report RS21874 Analyst in Southeast and South Asian Affairs 20 Mei 2005 disebutkan bahwa *SBY disebut the thinking general”, *Bila Wiranto jadi presiden, hubungan RI dan AS akan sangat rumit karena Kongres AS menaruh perhatian besar pada isu pelanggaran HAM di Timor Timur” , *Suksesnya Pemilu 2004 meneguhkan dominasi partai sekuler, yaitu Golkar, PDIP, dan Partai Demokrat.

Siapa korbannya?

Seperti biasa Amrik tidak mau jadi korban sendiri. Akan banyak konflik (tidak mesti perang ya..) antar pejabat dalam Negara maupun Antar Negara karena bocornya dokumen rahasia ini.

Sementara nada kecurigaan tentang skenario dibalik wikileak, juga disuarakan oleh musuh utama Amrik saat ini. Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad menyebutkan bahwa ini merupakan ‘kenakalan’ Amerika.

Lalu bagaimana dengan kebebasan berpendapat, apakah AS dan konco-konconya juga akan paranoid terhadap kebebasan ini. Sama ketika mereka ketakutan dengan segala ancaman AlQaeda?

Kita tunggu saja!

Lanjutannya...

04 November 2010

S.M.A.R.T policy dan procedure

Jika kita terbiasa dalam pembentukan kebijakan terkait pengamanan informasi itu harus mengikuti pola S.M.A.R.T yang boleh di panjangin jadi Specifics untuk S, Measureable untuk M, Achievable untuk A, Realistic untuk R, dan Time Based untuk T.

Namun sebelum tahu banyak tentang SMART ada baiknya mengenal 5Ws.
  1. What, apa, prosedurnya sendiri itu prosedur apa?
  2. Who, siapa, siapa yang menjalankan prosedur?
  3. When, kapan, kapan suatu prosedure harus dijalankan?
  4. Where, dimana, dimana suatu prosedure harus dijalankan?
  5. Why, mengapa, mengapa suatu prosedure harus dijalankan?
Ya, 5Ws yang selalu diawali dengan 'Wh' sama dengan 5Ws dari dunia jurnalistik.  Lalu, kenapa kita menggunakan ini untuk membangun suatu prosedure? Karena dengan mejawab pertanyaan-pertanyaan di atas maka kita akan bisa mendapat gambaran secara utuh tentang suatu prosedur, baik tentang prosedur apa yang akan dijalankan, siapa yang harus menjalankannya, kapan harus dijalankan, dimana harus dijalankan, dan yang pasti adalah mengapa suatu prosedur harus dijalankan. Yang pasti dalam menilai SMART atau membentuk kebijakan secara SMART maka kira harus menggunakan kaidah jurnalistik di atas.

Kembali ke SMART.
S, Specifics. Sespesifik apakah kebijakan tentang pengamanan informasi yang akan kita buat? Pada dasarnya suatu kebijakan pengamanan  bisa dibuat sangat spesifik atau sangat umum bergantung pada kemampuan organisasi itu mengadaptasi perubahan dan tentunya bergantung pula pada kebijakan dari organisasi itu sendiri untuk melakukan review terhadap seluruh kebijakan yang berlaku di dalam organisasi itu sendiri.
Pada suatu organisasi, oleh karena sifatnya yang sangat fleksible untuk mengantisipasi ancaman-ancaman, sangat mungkin untuk membuat suatu policy sedetail mungkin. Dalam organisasi seperti ini, mungkin perubahan policy hanya membutuhkan waktu dalam hitungan hari.  Bisa 3 hari, bisa 4 hari atau mungkin kurang dari itu.  Namun, pada organisasi lain, yang karena ukurannya dan jenjang birokrasi, atau karena kebutuhan akan kepastian kebijakan; perubahan suatu kebijakan bisa membutuhkan waktu lebih lama dan siklus perubahannya bisa mencapai 1 tahun ata bergantung pada kebijakan dari oragnisasi itu sendiri. Pada organisasi ini, mungkin kebijakan pengamanan informasi  tidak dibuat dengan sangat detail karena luasnya cakupan yang memang tidak bisa dihindari oleh karena sifat dan ukuran organisasi. Namun, kenyataan bahwa tidak pernah ada satu jawaban untuk menjawab semua pertanyaan, maka penting bagi organisasi untuk melakukan review untuk melakukan perubahan-perubahan yang dirasa perlu.

M, Measurable. Pernyataan-pernyataan di dalam membentuk suatu kebijakan pengamanan informasi harus bisa terukur dalam arti jelas dan tidak bersayap. Sebagai contoh point-point pengamanan informasi mengenai password berikut
  • Tidak diperkenankan menggunakan singkatan-singkatan yang umum sebagai bagian dari password
  • Tidak diperkenankan menggunakan kata-kata umum atau kebalikan dari kata-kata umum sebagai bagian dari password
  • Tidak diperkenankan menggunakan nama orang atau nama tempat sebagai bagian dari password
  • Tidak diperkenankan menggunakan seluruh atau sebagian dari login name (user name) sebagai bagian dari password
  • Tidak diperkenankan menggunakan angka-angka yang mudah ditebak seperti tanggal lahir, nomor telepon, nomor NPWP dan nomor-nomor sejenis lainnya sebagai bagian dari password.
Perhatikan penggunaan kata-kata "tidak diperkenankan".  Penggunaan kata-kata ini bisa masuk dalam katagori measurable.  Di sini, user atau object dari kebijakan bisa menerima dengan jelas maksud dari kebijakan.

Bandingkan dengan contoh berikut:
  • Pada kondisi dimana password dibutuhkan, setiap user harus mempunyai passwordnya sendiri yang hanya diketahui oleh yang bersangkutan.  Masing-masing user bertanggung-jawab terhadap kerahasiaan dari passwordnya masing-masing dan untuk setiap penyalahgunaan passwordnya oleh pihak lain.
Pada contoh kedua ini, kebijakan tidak menyebutkan dengan jelas tentang bagaimana password yang rahasia dan tidak mudah ditebak tetapi menyerahkan tanggung-jawab kerahasiannya kepada user.

A, Achievable. Suatu kebijakan seharusnya bisa dijalankan. Sebagai contoh bisa dilihat pada frasa kebijakan berikut;

"Apabila suatu data dan sistem baru telah terpasang, maka personel dari application security bisa melakukan evaluasi dan menentukan metode, proses, kelengkapan, dan prosedur untuk meminimalkan resiko."

Frasa di atas kelihatan sangat ideal, sangat mudah bagi seorang Application Security untuk menuliskan frasa seperti itu. Akan tetapi, pada kondisi yang sebenarnya, akan sangat sulit bagi seorang Application Security untuk menentukan point-point kebijakan yang akan dituliskan agar memenuhi persayaratan spesifik dan measurable.  Bila seorang Application Security bisa dengan mudah menuliskan point kebijakannya, sangat boleh jadi itu akan menjadi tidak achievable.  Contoh di atas adalah point kebijakan yang tidak spesifik, measurable, dan acievable. Contoh di atas terlalu mengambang dan tidak spesifik, tidak secara jelas menyebutkan tindakan yang harus dilakukan oleh seorang Application Security dan tentunya tidak akan achievable karena tolok ukurnya yang tidak jelas.

R, Realistic.  Suatu kebijakan seharusnya mempunyai pandangan yang realistik terhadap setiap point yang diuraikan. Contoh berikut adalah contoh point yang kurang realistik.

"Seluruh karyawan yang memperoleh sambungan internet hanya boleh menggunakannya hanya untuk kepentingan bisnis perusahaan."

Frasa di atas kelihatannya memang indah, namun kurang realistik. Kenapa tidak realistik? Karena user akan berpikir, bagaimana dengan karyawan yang bepergian dengan laptop perusahaan? Bisa jadi mereka mempunyai account facebook, dan menggunakan laptop perusahaan plus sambungan internetnya untuk ber-facebook-ria.

T, Time Based.  Harus jelas waktunya, dan karena harus memperhatikan faktor achievable maka untuk mendukung kebijakan terkait Time Based harus juga dilengkapi dengan prosedur. Perhatikan contoh berikut:

"Terminasi Account: Setiap supervisor dari karyawan yang mengundurkan diri harus melaporkan pengunduran diri karyawan bersangkutan kepada Security Admin sebelum atau pada hari pengunduran diri karyawan yang bersangkutan, sehingga semua account milik karyawan bisa di-inaktifkan dengan baik"

Paragraf kebijakan di atas bagus namun frasa "sebelum atau pada hari" atau "secepatnya" hanya akan bisa berjalan bila dilengkapi dengan prosedure yang bisa menjelaskan dengan pasti mengenai apa yang harus dilakukan oleh seorang supervisor terkait pengunduran diri staff-nya.
Lanjutannya...

01 November 2010

Oracle v.s. Google berantem di Android karena Java

Siapa yang gak kenal Google? Saya bisa menuduh bahwa semua internet surfer pasti kenal Google. Bahkan untuk troubleshooting sesuatu orang udah bisa bilang, 'tar... aku googling dulu ya...'. Kemudian, siapa yang gak kenal Android? Sebuah operating system baru yang lagi naik daun dan dikenal secara umum di ponsel.Hampir semua orang tahu bahwa Android itu bikinan Google.
Siapa yang gak kenal Oracle? Ah yang ini mungkin cuma sedikit orang yang kenal karena dia memang gak seperti Google apalagi Android. Cuma orang yang sebagian hidupnya di IT dan apalagi berususan dengan database lah yang rata-rata kenal sama Oracle.
Siapa yang gak kenal dengan Java? Ah, hampir seluruh orang Indonesia pasti kenal java. Apalagi salah seorang tokohnya baru meninggal kemaren. Mbah Maridjan! Upppss! Salah! Bukan! Bukan java yang ini. Ha ha ha... tapi java yang memang sejarahnya gak lepas dari java coffee alias kopi jawa. Bahasa pemrograman komputer yang paling populer saat ini.
Siapa yang gak kenal Sun? Bukan Sun bubur susu yang suka dibeli beberapa ibu yang emang merasa cocok dengan produk ini. Tapi Sun Microsystem yang pertama kali bikin Java.
Terus apa urusannya sama Google, Android, Oracle, Java, Sun?
Jadi gini.... Google bikin basa pemrograman yang namanya Dalvix. Bahasa dalvix ini mirip java. Sangat mirip java J2ME (Java 2 Micro Edition yang memang buat embedded platform). Awalnya si, kayaknya anteng-anteng aja. Apalagi waktu Sun masih sendiri, belum dicaplok sama Oracle. Yap, mungkin masih dianggep enteng kali. Google yang cuma mesin pencari bikin basa pemrograman. Nah gejolak mulai berasa ketika Android mulai tampil ngganteng di dunia Gadget. Bahkan ada yang bilang mulai mengancam kedigjayaan blackberry. Nah lo....
Oleh karena itu, saat ini Oracle tengah melancarkan serangan-serangannya ke Google terkait Android melalui Dalvix. Tengok saja link-link berikut:
"Oracle says Google directly copied Java code: Here's the line-by-line comparison"
Why Oracle, not Sun, sued Google over Java
Oracle vs. Google over Java
Dan masih banyak lagi.....
Lanjutannya...

21 September 2010

Silaturahmi Lebaran Alumni90 SMAN, Sabtu 25-Sep-2010, jam 10.30 - 13.30

Rekan-rekan DePotter90 tercinta,

Suasana Idul Fitri masih terasa hangat.. Dan kita perlu mempererat tali Silaturahmi menjaga persaudaraan dan saling bermaaf-maafan di bulan baik ini..

Kita mengundang rekan2 Alumni90 SMAN Gb di Jabodetabek atau yg bisa hadir, utk Kumpul Silaturahmi Lebaran pada:

Hari. : Sabtu, 29-Sep-2010
Jam. : 10.30 - 13.30
Agenda : Silaturahmi/Kumpul Lebaran Alumni90 SMAN Gb
Tempat : Rumah Tien,
Menteng Metropolitan, JL. Menteng Kencana IV Blok L2 No. 12 A. Ujung Menteng Cakung Jakarta Timur
Telp: +622146830378 atau +628129957194

Kami sangat senang dan menhargai kehadiran rekan-rekan Alumni90 SMAN GB.

Salam kompak

Sendrum
BlackBerry®powered by INDOSAT
Lanjutannya...

02 Agustus 2010

Dinihari di Stasiun Gombong dan Ziarah Kubur

Dinihari di Stasiun Gombong, menunggu kereta Lodaya dari Bandung ke Yogyakarta.
Waktu yang ketat berkeputusan berangkat ke Jogja dinihari dengan naik kereta, agar bisa sampai di Jogja pagi hari. Dan bisa menjalankan aktifitasnya dengan baik dan bisa selesai semuanya sebelum jam 3 sore. Karena jadwal Pesawat Garuda perjalanan balik dari Adi Sucipto ke Jakarta pada jam 16.00.

Menyambut bulan Ramadhan kita tidak melewatkan salah satu ibadah dengan ziarah atau sering kita sebut "Nyekar" ke makam leluhur atau almarhum/ah orang tua kita.
Jika memang tempat ziarah jauh dari tempat tinggal kita. Maka perjalanan keluar kota kadang kita lewati.
Sempat tidak sempat kita perlu memutuskan untuk melakukan acara "Nyekar" ini.
Walau leluhur kita berbeda kota, kita mencoba melakukan yang terbaik untuk hal-hal yang baik.

Semua kita mulai dengan niat ibadah dan Ridha Allah SWT. Jika kita ada waktu, mampu, kondisi memungkinkan dan sehat. Alangkah baiknya ritual ini dapat dilaksanakan.

Dibawah salah satu cuplikan tentang anjuran berziarah kubur oleh Ahmad Sarwat, Lc.
(http://masmaman1.blogdetik.com/2008/09/24/ziarah-kubur-sebelum-puasa-ramadhan/)

Ini hanyalah anjuran untuk berziarah kubur, karena mengingatkan kita kepada kematian. Tapi waktunya tidak pernah ditentukan. Jadi boleh kapan saja, tidak harus menjelang masuknya bulan Ramadhan.

Adapun kebiasaan yang sering kita saksikan di tengah masyarakat untuk berziarah kubur menjelang datangnya Ramadhan, kami yakin bahwa mereka melakukannya tanpa punya dalil yang eksplisit dari nabi SAW. Dalil yang mereka gunakan hanyalah dalil umum tentang anjuran berziarah kubur. Sedangkan dalil yang mengkhususkan ziarah kubur menjelang Ramadhan, paling tinggi hanya sekedar ijtihad. Itu pun masih sangat mungkin disanggah.Beliau SAW tidak pernah menganjurkan secara tegas bahwa bila Ramadhan menjelang, silahkan kalian berziarah ke kuburan-kuburan. Atau kalau ke kuburan jangan lupa pakai pakaian hitam-hitam, dan juga jangan lupa bawa kembang buat ditaburkan. Sama sekali tidak ada nashnya, baik di Al-Quran maupun di Sunnah nabi-Nya.Dan memang semua fenomena itu terjadi begitu saja, tanpa ada ulama yang memberian arahan dan penjelasan. Padahal masyarakat kita ini terkenal sangat agamis dan punya semangat besar untuk menjalankan agama. Sayangnya, mereka tidak punya akses untuk bertanya kepada para ulama syariah yang ahli di bidangnya.Yang tersedia hanya para penceramah, da'i, atau ahli pidato yang digelembungkan namanya lewat media massa, sehingga sangat tenar bahkan masuk ke wilayah selebriti, tetapi sayangnya mereka kurang punya perhatian dalam masalah hukum Islam, apalagi sampai kepada kritik sanad hadits-hadits nabawi.Ini perlu dipikirkan agar jangan sampai kejahilan di tengah umat ini terus-menerus terjadi, bahkan menjadi tradisi. Sudah waktunya bila umat ini punya akses kuat kepada para ulama ahli syariat, untuk meluruskan kembali kehidupan mereka sesuai dengan syariat Islam yang lurus. Jauh dari pola ikut-ikutan tanpa manhaj yang benar.Namun sekedar mencaci dan mengumpat atau menuduh bahwa mereka itu ahli bid'ah, atau jahiliyah, atau tidak sejalan dengan manhaj ahli sunnah, tentu tidak akan menyelesaikan masalah. Bahkan dalam banyak kasus, malah akan menimbulkan masalah.Kita berharap proses pencerahan umat untuk mengenal syariah ini tidak terkotori dengan adab yang buruk, atau dengan sikap arogan, yang hanya akan membuat objek dakwah kita semakin menjauh. Yang dibutuhkan adalah pemberian pemahaman secara simpatik, cerdas, dan tetap menghargai serta tidak mempermalukan.
,(Ahmad Sarwat, Lc.)

BlackBerry®powered by INDOSAT Lanjutannya...

01 Agustus 2010

Bike to Waduk Sempor

Sekilas laporan Nggowes to waduk sempor..

Bike to Sempor.. Suasana cukup tenang..
Udara sejuk tidak terlalu panas walau sdh agak siang..
Pepohonan dan udara bersih mengiringi putaran roda dan kayuhan kaki menuju puncak bendungan..

Nafas sedikit termehek-mehek..
maklum tanpa kita sadari usia sudah kepala tiga..menjelang kepala empat..
Sangat beda kalau saat masih SMA..
Usia tidak bohong..

Dgn sedikit perjuangan kelelahan sedikit sirna begitu sampai ditempat favorite pengunjung waduk
Air waduk cukup melimpah kontras dengan kemarau tahun lalu yg kering
sehingga saat itu beberapa pulau nampak di tengah waduk..
Seolah-olah ada pulau ditengahnya

Tapi Saat ini pemandangan jauh berbeda
Pulau ditengah waduk sdh tidak tampak lagi

saat ini dgn air melimpah..
Air bendungan terjun dan mengalir menuju jalur sungai dan terus kepersawahan
Menghidupi sebagian besar masyarakat sempor gombong dan sekitarnya

Angin gunung sepoi sepoi..
Dikanan kiri banyak pengunjung menikmati suasana indah waduk.
Dan juga pasangan remaja tidak kalah menikmatinya
Mengingatkanku suasana kesejukan saat waktu remaja disana..

Dan seterusnya..
Bla... Bla... Blan..


BlackBerry®powered by INDOSAT
Lanjutannya...

    Alumni Fisika 1

    Agus Wuryantoro * Aminurohman * Atmaji Sukoco * Daniel Sadono * Djoko Triwidayanto * Djumono * Dwi "Sendrum" * Dwi Endri Setyowati * Eko Budi Prasetyo * Eko Sujatmiko * Eling Tumiarsih * Endang Mugiastuti * Endar Prastono * Fifi * Avanti Sulistyo Dewi * Halomon Purnomo Sitanggang * Haris Kurniawan * Hartoyo * Hikmah Nur Anggraeni * Imbuh Sulistyorini * Jarot Haryo Wibowo * Joko Sulistyo Tetuko * Joko Sutarno * Judi Elviana * Kasino * Kiswanto * Komariyah * Luthfi Bahyu Aji * Manisman * Mardiyono * Meini Arwati * Miko Hananto * Mukhamad Hasim Iswanto * Paiman * Pudjianto Eko Seno * Putut Wijonarko * Riyadi * Rudi Hartono (Alm) * Sigit Tri Wuryanto * Siti Rokhimah * Slamet Riyadi * Sugiri * Sugiyono * Susilo Wardoyo * Wihartoyo * Yohanes Sukmono

    Alumni Fisika 2

    Agung Budiyono * Agung Prabowo * Ambar Setyorini * Anwar * Mustajabul Mufid * Bambang Ari Prastono * Christina Melyana Rosita * Edi Kurniawan * Hartiningsih * Ie Ay Tjen * Imam Sudibyo * Marsidi * Munirudin * Puji Sri Diananingsih * Purwidiyanto * Ros Mariani * Rudi Aji Hermawan * Rudy Widyantara * Rusdi Pujianto * Sigit Pramudyana * Slamet * Slamet Rahardjo * Slamet Yudho Kusworo * Soenarso * Sri Setiyanti * Sugeng Riyadi * Sugiyanto * Suherman * Supriyanto * Supriyono Subegjo * Sutrisno * Tato Sri Hartono * Teguh Supriyanto * Tori Subiyanto * Tri Adi Wibowo * Tri Wahyudi * Tri Widiyarto Triyono * Umar Sahid * Uud Dharma Aji * Wahyu Indarto * Wasingah (Alm) * Wisnu Subiyanto * Wiwit Kurnanto * Yan Yan Garuyana * Yusda Indria Ambarwati * Yusuf Wibandoko

    Alumni Biologi 1

    Ana Satrianingsih * Antonius Rudi Sasongko * Arin Kurniawati * Arwiyani * Asti Hari Mulianingsih * Bagjowati Lestariningsih * Banu Hestiono * Budi Setyorini * Defrita Elijanti * Dian Saraswati * Djeni Edhi Wibowo * Dwiyanto Indrawan * Dyah Sri Sulistyani * Ekowati Puspitasari * Elisa Setiyawati * Endang Parjiatmi * Estiningtyas Dharmawasih * Hartono * Hedy Soeswandono * Hendrikus Awan Sudewo * Humaedi * Ibnu Wibowo * Indah Warni * Indaryati * Indrawati * Irianto * Isnaeni Widyawati * Karni Widiastuti * Khamid Rifai * Lina Septianingrum * Mohammad Fajar * Nurchayati Salamah * Pujianingsih * Purwanto * R.r. Nur Pawekas Widiastuti * Reni Nursanti * Rudi Sunarko * Sairin * Samirah * Saptono Susilo * Sri Hariyatiningsih * Sugiarti * Rinawati * Susi Harjanti * Tri Widiono

    Alumni Biologi 2

    Abu Darin * Ani Salamah * Bambang Edi Sumarno * Bambang * Setijawan * Dwi Haryanto (Karanganyar) * Edi Musriyanto * Edi Sutarto * Endang Dwi Astuti * Eri Nur Widiastuti * Hartiwi Indaryanti * Komarudin * Kusriyani * Liliek Hikam Himawan * Lilis Kurniawati *Martono (Tangerang) * Mastuti Kustianadjanti * Misman * Mujiono * Munirah * Novi Ratnawati Rahayu (Semarang) * Nur Chayati * Nurhayati Salamah * Prarianto * Respatiningsih * Setijono (Lampung) * Setiyadi (Bali) * Sri Haryani * Sri Purwanti Dewi * Sri Susmiyati * Sugito * Sulasmi * Sumartini * Supiarti * Supraptiningsih * Supriyadi * Suratmi * Suratmin * (Makasar) * Suratni * Sutji Nurhayati (Cilegon) * Tangguh Priatmoko Aji * Tanti Estiningsih * Teguh Setiawan * Tri Endar Suswatiningsih * Tuti Winarni * Wahyu Dwi Nugroho * Widi Hastina * Wing Wiharo (Solo) * Yunita Puspita Dewi

    Alumni Bahasa

    Ambar Pujiyatno * Anando Haryanto * Arief Prasetyo * Arlisman * Beti Rosmawati * Cahyo Pramono * Darwati * Dasuki Suprapto * "Didot" * Dwi Astuti * Edi Suprapto * Ellya * Nila Kusuma * Eni Kusrini * Ety Yuliastuti * Fajar Iva * Ganang Sutopo * Jusiphie Swasti Putra Utami * Kodriyanto * Kristanti Nurwidiyani * M. Romadi * Maria Theresia Ita * Wahyu Yuda Wasti * Muji Sumarti * Muridan * Ninik Ariyani * Nugro Ratnasari * Reny Citasary * Sakimun * Safyudin * Sri Subiyanti * Sulis Tiyowati * Supriyati * Swari Panca Utami * Teguh * Setiyono * Titi Purnawati * Triyanto * Tuti Sugiarti * Urip Danang Nugroho * Walgiyati * Warih Prabowo * Waris * Ronggowarsito * Wiwik Widiasih * Wury Udaningsih * Yatiningsih

    Alumni IPS 1

    Bambang Purwanto * Catherima Neni Suryandari * Christina * Indah Haryanti * Darsimin * Dedi Noerwahyudi * Djatining * Palupi * Djoko Tri Hantoro * Dumpyuk Eti Nurani * Edhi Sasono * Eko Heri Kiswanto * Eko Wahyudiono * Eli Susmieni * Erma Sulistianingsih * Fifti Miniasih * Fitri Rokhmah * Ignatius Edi Saptomo * Ignatius Sigit Kuncoro * Indra Lasmonowati * Kartika Rusmartini * Kasman * Margaretha Indarti Sukmawati * Maryati Is Purwanti * Moh. Basyarudin * Neni Budi Pratiwi * Nugroho Ediharjo * Nuniek Indriani * Purwanti * Risbudiyono * Sigit Priyadi * Slamet Widodo * Sri Kurniati Khofifah * Sri Suprapti * Sudjud Pambudi * Suharyati * Suharyatun * Susianto * Sutadi * Sutarto * Sutomo * Tien Herawati * Toto Tri Baryanto

    Alumni IPS 2

    Abdul Chodik Mukti * Aminah Zuhriyah * Amrih Wibowo * Ananto Handoyo * Anytri Juliawati * Arum Hapsariningtyas * Bambang Mulyono * Barkah Widiyati * Bibit Murti Rahayu * Catur Prasetyo * Dany Wibowo * Densy Fianti * Djuli Setijadi * Dwi Safarini * Dwi Suprihatiningsih * Joko Waluyo * Jony * Wijonarto * Maria Sri Sulastri * M Guntur Prahoro * Minarti * Mugi Rahayu * Muslimah * Restu Ariyani * Retno Wardani * Rina Susanti * Romelani * Roni Andarwantoro * Roslitasari * Rr. Tunjung Bayuwati * Rusmono * Santoso Ari * Nurhadi * Setiyowati * Slamet Riyadi * Sri Indah Wahjuni * Sri Sulastri * Stepanus Setyo Widiyanto * Siti Murfingah * Sugiarto * Supadmi * Suripto * Syaifulludin * Tresnani * Tri Budi Susetyo * Umi Fatimah Warisno * Widiyanti * Widodo

    Sekretariat

    * PondokJaya, Sektor 3A, BintaroJaya, Tangerang
    * Jl. Parkit Sektor2, BintaroJaya, Jakarta Selatan

    Email : DePOTTER90@Ymail.com

    Followers