11 April 2009

Nostalgia Nonton Pelem di Lestari part II oleh Yadi Setiyadi ex Biologi (Nonton film part II)

Lebaran? Siapa yang nggak suka? Apalagi buat anak kampung kayak saya. Lebaran berarti baju baru, makan enak, ang pauw dan …..nonton film. Lho apa hubungannya? Ya, lebaran adalah saat dimana anak anak kampung seperti saya bersenang senang. Salah satunya ya nonton film. Nonton film adalah kemewahan yang jarang didapat, maka begitu lebaran tiba, berduyun duyun tua, muda, anak anak bercampur para pemudik menyerbu gedung film.

Kalau di Gombong tentu saja Lestari dan Rahayu. Tidak peduli hari itu filmnya apa,…9 janda genit kah, 4 cewek jagoan beraksi kembali kah, 17 tahun keatas kah. sing penting nonton film, sudah kepalang basah turun gunung. Beli tiket adalah suatu perjuangan yang maha dahsyat. Waktu itu budaya antri belum begitu dikenal. Cepat dapat, lambat ketinggalan. Bersiap siaplah untuk mpet mpetan, mandi keringat, darah, air mata, bibir pecah pecah, mata berkunang kunang (kalau yang belakangan kayaknya panas dalem ya heheheheh). Plus aroma parfum murahan. Pokokoke campur campur semua deh ada disini. Cuma buat selembar karcis.

Tetapi perjuangan sebenarnya ada didalam gedung. Dengan durasi film sekitar 2 jam kita musti bertahan dari hawa panas keringat yang tak mampu diredam oleh beberapa gelintir kipas angin yang menempel didinding gedung. Bercampur kepulan asap rokok yang polusinya melebihi ambang batas. Bak balon udara rasanya gedung ini mau terbang.

Di gedung Lestari ketika pertunjukan akan dimulai, seingat saya ketika mati lampu layar akan berwarna ungu dan tertulis “Selamat datang di lestari theater”. Dan yang menarik adalah backsoundnya. Musik pengiring yang masih terngiang ngiang sampai sekarang. Ada yang masih inget???.. dimulai dengan suara tembakan pestol khas koboi. Saya baru ngeh ternyata back soundnya diambil salah satu trilogy western movie karya Sergio Leone. Trilogy The Man With No Name yang dibintangi Clint Eastwood. A Fistful of Dollars, The God The Bad and The Ugly dan for a Few Dollars More (film yang terakhir inilah yang soundtracknya paling mirip dengan backsound Lestari). Jadi putar dvdnya dan anda akan terbang ke masa lalu. Kalau Rahayu saya ndak inget sama sekali. Ada yang inget?

Keunikan lainnya adalah suasana riuh rendah didalam gedung.. Ketika sang jagoan disiksa suasana berubah mellow. Ketika sang cewek tampil dengan baju minim, suitan dan teriakan nakal terdengar dari berbagai sudut. Tetapi tepukan dan teriakan bergemuruh ketika di menit menit akhir sang jagoan muncul dan dengan heroic membasmi dan menghajar musuh musuhnya.. Inget kan jargon yang sering kita dengar disekeliling kita.. ”Lakonne Menange Keri”. Susana seperti inilah yang tidak akan anda dapatkan dimasa sekarang. Di Cineplex atau Gedung Gedung laennya. Suasana khas nonton saat Lebaran.

Kapokkah saya nonton saat lebaran.?.. Ya.. saya pilih naek ombak banyu atau drummollen atau undar undaran (..carrousell ala Tempo doeloe yang diputar pake tenaga manusia diiringi lagu lagu perjuangan) di belakang pasar gombong. Naek kuda kayu mumet sethithik tapi seneng. Tapi kalau nonton film dilain hari saya tetap suka.

Bagaimana dengan rekan Deppoterr90, Pernah punya pengalaman yang sama?

Jadi,…..tariiiiiiik manggggg teretet tereteeet

Lanjutannya...

08 April 2009

Refleksi Kemerdekaan; Mensyukuri Nikmat Tuhan (Menyambut Pemilu Esok) oleh Aji ex Fisika Loro

PENGOEMOEMAN !!!
DAG INLANDER,... ..HAJOO URANG MELAJOE,...KOWE MAHU KERDJA???GOVERNEMENT NEDERLANDSCH INDIE PERLU KOWE OENTOEK DJADI BOEDAKATAOE TJENTENK DI PERKEBOENAN- PERKEBOENAN ONDERNEMING KEPOENJAAN GOVERNEMENT NEDERLANDSCH INDIE DJIKA KOWE POENYA SJARAT DAN NJALIBERIKOET:
1. Kowe poenja tangan koeat dan beroerat;
2. Kowe poenja njali gede;
3. Kowe poenja moeka kasar;
4. Kowe poenja tinggal di wilajah Nederlandsch Indie;
5. Kowe boekan kerabat dekat pemberontak- pemberontak ataoepoen maling ataoepoen mereka jang soedah diberantas liwat actie politioneel;
6. Kowe beloem djadi boedak nederlander ataoepoen ondernemer ataoe toean tanah ataoe baron eropah;
7. Kowe maoe bekerdja radjin dan netjes.
KOWE INLANDER PERLOE DATANG KE RAWA SENAJAN DISANA KOWE HAROES DIPILIH LIWAT DJOERI-DJOERI JANG BERTOEGAS :
1. Keliling rawa Senajan 3 kali;
2. Angkat badan liwat 30 kali;
3. Angkat peroet liwat 30 kali

Kowe mesti ketemoe Mevrouw Shanti, Meneer Tomo en Meneer AtmadjajaKowe nanti akan didjadikan tjentenk oentoek di Toba, Buleleng, Borneo, Tanamera, Batam, Soerabaja, Batavia en Riaoeeiland.Governement Nederlandsch Indie memberi oepah :
1. Makan 3 kali perhari dengan beras poetih dari Bangil;
2. Istirahat siang 1 uur;
3.Oepah dipotong padjak Governement 40 percent oentoek wang djago. Haastig kalaoe kowe mahoe..

Pertanggal 31 Maart 1889 Niet Laat te Zijn Hoor..
Batavia 1889 Onder denaam van Nederlandsch Indie Governor Generaal H.M.S Van den Bergh S.J.J de Gooij

Pengumuman ini terpampang di depan hidung anak bangsa yg mendiami tanah air dan memang diciptakan serta diwariskan Tuhan kepada mereka. Para tamu yg belakangan alih profesi menjadi penjajah, dengan muka sombong serta pandangan menghina, menganggap pendahulu kita sebagai anak bangsa seperti budak dan sama sekali tidak menghargai martabat pemilik tanah air sebagai pewaris sah serta pemiliknya. Itulah kenapa, tanpa pamrih demi bangsa dan negara, para pahlawan kita sebelum kemerdekaan, berjuang dengan keringat, tangis air mata, darah, dan nyawa, menegakkan jati diri, harga diri, dan martabatnya sebagai anak bangsa.

Takdir dan ketentuan Tuhan tiba saatnya, manakala 17-08-1945, pintu gerbang kemerdekaan itu terbuka setelah sekian abad kita dijajah, berjuang dengan ribuan nyawa para syuhada dan pahlawan kita. Para Bapak Pendiri Negara, tentunya tahu persis, rasanya dijajah, dihinakan, direndahkan martabatnya sebagai manusia dan anak bangsa. Tidak boleh terulang kembali sejarah bangsa ini mengalami penjajahan yg pahit dan getir. Founding father kita dengan mata hati yg bersih dan ikhlas telah membrikan yg terbaik buat bangsa dan negara ini. Allah SWT, Tuhan Yg Mahakuasa telah memberikan kemudahan berupa nikmat kemerdekaan. Diaturnya segala sesuatunya perihal pendirian suatu negara serta dipikirkan pula kelangsungan hidupnya, tentunya dengan suasana batin zaman itu dan belum modern seperti sekarang ini.

Hingga tibalah masa sekarang ini, kita semua depotter-90, dilahirkan dan diberi kesempatan berkarya di alam kemerdekaan yg penuh kenikmatan dan Tuhan telah berikan itu. Tidak ada yg merendahkan kita. Kita sejajar dan bersanding jarak dengan bangsa lain di dunia, dan hidup bermartabat. Orang asing/WNA siapapun dia yang memasuki negara ini, akan diperiksa barangnya oleh Bea dan Cukai RI, akan diperiksa identitas orangnya oleh Imigrasi RI. Suatu simbol negara berdaulat penuh. Siapapun juga yg mengganggu kedaulatan NKRI, akan berhadapan dengan pembela setia Ibu Pertiwi yaitu TNI, demikian pula instansi pemerintah lain sesuai tugas pokok dan fungsinya. Lengkap sudah kita hidup berbangsa dan bernegara.

Adapun dalam perjalanan bangsa, terdapat aral melintang, onak dan duri, adalah hal yg lumrah dalam mengarungi hidup. Kadangkala ada di atas, kadangkala ada di bawah. Adapun dalam perjalanan suatu bangsa, belum mencapai tujuan sesuai cita-citanya, tidak lantas kita sebagai elemen intelektual/terpelajar, setidaknya lulusan SMA-90, lantas pesimis dan saling menyalahkan serta bersikap apatis, masa bodoh, terhadap kemaslahatan bangsa dan negaranya. Yang ada adalah berjuang dan berjuang serta berjihad (sungguh-sungguh) ber-amar makruf nahi mungkar, mengisi alam kemerdekaan ini, semampu kita sebagai anak bangsa yg bertanggung jawab terhadap kelangsungan hidup bangsa dan negaranya.

Besok, kita akan melakukan tugas sebagai warga negara. Kenapa melakukan tugas?.. Sebab penulis memandang itu sebenarnya adalah bukan hak, tetapi kewajiban kita mengisi dan berpartisipasi di alam kemerdekaan. Kita semua tidak perlu berurai air mata, berkubang darah, dan meregang nyawa, seperti pendahulu kita dalam merebut kemerdekaan. Jangan kalian kecewakan para pendiri bangsa dan negara ini. Ribuan calon wakil kita telah tersedia untuk dipilih sebagai wakil kita dalam menentukan arah bangsa dan negara ini lima tahun ke depan. Tidak semuanya buruk serta berbuat maksiat kepada Tuhannya, pilihlah sesuai hati nurani dengan senantiasa berpedoman dengan kriteria seorang pemimpin yaitu Amanah, Jujur, Cerdas, dan menyampaikan kebenaran (Amanah, Siddiq, Fathonah, Tabligh). Bela dan jaga kelangsungan negara ini sebaik-baiknya. Kawal dan awasi negara ini, juga dengan sebaik-baiknya. Jadilah kita yg terbaik untuk negara ini.

Aku sangat mencintai negeri ini seperti kalian semua.
Lahir, hidup, berkarya, dan kelak kalau ajalku tiba-pun ingin tetap di berada haribaan Ibu Pertiwi.

Damailah Bangsaku
Jayalah Negeriku

Tulisan ini aku sumbangkan dan aku dedikasikan dengan maksud menggugah peran, tugas, dan kewajiban kita sebagai warga negara yg bertanggung jawab atas kelangsungan hidup bangsa dan negara ini.

Aji/Fisika-2
.
Lanjutannya...

06 April 2009

Pancasila, Suatu Pencapaian Luar Biasa Milik Kita Semua (oleh: Aji ex Fisika 2)

Seandainya ditanyakan kepadaku, kenapa Negara Kesatuan Republik Indonesia ada, masih ada, dan akan terus ada selama-lamanya? Maka akan kukatakan dengan penuh kebanggaan dan percaya diri, bahwa itu semua karena kita memiliki PANCASILA. Yes, of course, because we have Pancasila. Tanpa Pancasila, tidak NKRI. Tanpa Pancasila, kita tidak bakalan mempunyai negara. Pancasila adalah ruh dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara. Sebagai ruh, dia akan mengatur segala sesuatu mekanisme-nya melalui perangkat sistem yg ada, untuk suatu tujuan berbangsa dan bernegara.
Sebelumnya dunia gelap gulita, yg kemudian akhirnya Tuhan menciptakan Issac Newton sebagai ilmuwan yg membuat benderangnya dunia. Sebelumnya Indonesia tertindas, terhina, terjajah, sampai akhirnya Tuhan menciptakan Soekarno sebagai Pemimpin yang dapat membawa menuju kemerdekaan. Sebuah era baru yg di dalamnya anak bangsa dapat hidup bermartabat dan beradab di tanah yg memang diwariskan Tuhan untuk anak bangsa ini.

Terpikirlah oleh Founding father kita saat itu, dasar/fondasi seperti apa yg mampu dan kuat membangun rumah megah dg wilayah luas dan kaya, untuk bisa tegak selama-lamanya. Apakah Al-Quran-Hadist, ataukah Injil, ataukah Weda/Tripitaka ataukah Darmo Gandul, serat centani, Zend Avesta.Ataukah berdasarkan ras (apartheid), artinya hanya penduduk kulit sawo matang saja yg berhak atau mendapat previllage hidup di Indonesia. Ataukah Golongan Jawa saja yg relatif maju, modern, penduduknya banyak, dsb. Tidak mungkin suatu bangunan akan tegak dan selamanya berdiri di bawah terpaan pasang surutnya cuaca zaman yg silih berganti,tanpa fondasi yg kokoh dan kuat.

Dari renungan, ide, pemikiran, gagasan, dan cita-cita, para pemimpin kita/founding father, merumuskan dasar negara yg bagi penulis adalah the best on the world, yaitu PANCASILA, asli buatan Indonesia, dan tiada duanya di dunia manapun. Isinya tidak panjang dan sangat mudah dihapal oleh anaku yg masih play group, tetapi maknanya dapat menampung seluruh identitas dan pandangan hidup bangsa. Falsafahnya... sangat fantastis dan mukjizat bagi Indonesia, yg di dalamnya mengatur Ketuhanan, Kemanusiaan, Nasionalisme, Musyawarah/kedaulatan rakyat, dan keadilan. Tidak ada satupun isinya bertentangan dengan kitab suci. Saya sbg orang islam, sampai sekarang belum menemukan pertentangannya sedikitpun dengan quran-hadis. Aku pikir dengan agama lain juga demikian, karena isinya begitu membumi dan membawa kabaikan serta kemaslahatan.

Bagiku, aneh rasanya orang mempertentangkan, meragukan, atau bahkan berkeinginan mau mengganti dengan yg lain. Bahkan lebih tidak habis pikir lagi, mengatakan Pancasila sbg agama, juga sebagai biang kerusakan dan kesemarawutan aqidah dengan paham toleransinya dan segala macemnya. Sebagai generasi penerus negeri ini, sedih rasanya kita masih memiliki Saudara yg mempunyai pola pikir seperti itu. Dan itu akan menjadi tugas kita semua memberikan pencerahan supaya Saudara kita bisa menjadi tambah dan lebih cerdas.

ADAKAH SESUATU YANG SALAH PADA PANCASILA?
Silakan dikomentari.

Cinta negeri - Damailah Bangsaku

Aji/Fisika-2
.
Lanjutannya...

Nostalgia Nonton Pelem di Lestari oleh Yadi Setiyadi (ex Biologi)

Kalau ditanya hoby waktu kecil kamu apa? jawabannya bisa macem- macem. Ada hoby yang bikin Bapak Ibu ayem tentrem seperti menjahit, menyulam, mencuci, mengepel. Ada sporty hoby yang bikin badan sehat seperti maen congklak, maen gundu, atawa maen bola bekel. Bahkan ada extreme hoby yang bikin calon mertua jantungan. Koyoto…naik gunung, naik pohon kelapa, naik pohon jambu…apalagi jambu tetangga..wah gawat tuh. Kalau saya yang ditanya, jawabannya pasti mantaab(gak pake P)…”Nonton Film”. Hoby mahal untuk anak kampung sekelas saya. Jadi walaupun hoby, ya belum tentu nonton 2 bulan sekali. Malah bisa berbulan bulan nggak nonton sama sekali. Tergantung uang dikantong maupun handai taulan ataupun tetangga yang berbaik hati.

Bermacam genre film sudah pernah saya tonton. Dari komedi, drama, action, horor, percintaan sampai film yang bikin jakun naik turun dan clegax clegux pun pernah. Dari Gundala Putra Petir sampai Cinderela Sepatu Kaca. Dari Gepeng Untung Ada Saya sampai Warkop DKI Setan Kredit. Dari Suzana Ratu Buaya Putih sampai Beranak Dalam Kubur. Dari Jaka sembung Bergola Ijo sampai si Buta dari Goa Hantu. Dan tak lupa pula drama percintaan yang mengharu biru Galih dan Ratna Puspa Indah Taman Hati sampai Lupus kejarlah Daku Kau Kujitak.


Pengalaman pertama nonton film di bioskop ketika masih SD adalah ketika abang saya berbaik hati mengajak nonton.Waktu itu film yang sedang diputar adalah film Jackie Chen, Drunken Master. Wuuihhh senengnya menta ampyuun. Nonton bioskop di Lestari Theathre.. Ya waktu itu di Gombong ada 2 gedung film yang menjadi Kebanggaan warga…. Lestari dan Rahayu. Dua buah gedung yang menjadi sarana pelepas penat dan rekreasi warga gombong.


Di kala itu sekitar tahun 80 an dan 90 an sempat menjadi primadona hiburan. sebelum kemudian tergerus kemajuan zaman. Dan berhubung si abang duitnya cekak.kita terpaksa deh nonton kelas depan dekat layar. Ini adalah sebuah kelas yang sering rame daripada nggaknya. Maklum aja harga tiket lebih murah. Makanya terkenal dengan kelas embek…(duh masa sih disamain kambing). Dan di zaman itu sudah lazim kalau kita beli tiket satu bisa dipakai berdua asal pasangannya anak anak. Saat itu kondisi gedung full house. Film kungfu emang banyak pengemarnya. Walhasil abang dan saya gak dapet tempat duduk alias berdiri, tapi daku tetep semangat 45. Sing penting nonton film. Selama pertunjukan biasanya ada jeda karena proyektor panas dan dilayar tertulis “Istirahat”. Karena keseringan nonton ketoprak dengan lugu saya bertanya kepada si abang, ”Mas,..pemaine ngaso, lagi pada madhang apa ya.?”..Busyeeet, norak banget ya. Kirain Jackie chen lagi ngopi di belakang layar.


Kejadian unik lagi juga pernah terjadi ketika nonton bioskop. Ketika kecil saya emang jarang dan malas pake sandal.Senengane nyeker,..khas ndeso. Tentu saja si abang tidak merelakan saya bernyeker ria ketika nonton bioskop lagi. Saya ndak keberatan, sing penting nonton film. Maka berangkatlan kita ke Lestari theathre berboncengan ria. Film selesai maka pulanglah dengan hati riang gembira. Sesampai dirumah si abang melihat saya, dengan mata mendelik dia berteriak.. ”Sandalmu endiii!!!!”. Alaaamak sandalku rupanya ketinggalan di gedung Lestari. Sayang ya,..Lestari dan Rahayu tinggal kenangan.


Namun begitu gedung itu tetap terpatri di hati bala kurawa DePotter 90. Karena disanalah mereka pernah bertemu Onky Alexander, Ryan Hidayat, paramitha rusady, Desy Ratnasari dan lainnnya. Disana pula mereka pernah mengajak kencan teman sekelas.adik kelas, bahkan kakak kelas…Duhh asyik ya hehehehe
Lanjutannya...

03 April 2009

Pengalaman Bathin Rasa Syukur tentang Anugerah Fisik dari Illahi (oleh Widi Hastina ex Biologi)


Tulisan ini diambil dari Milist DePotter90

Suatu hari saya mendatangi suatu sekolah luar biasa (SLB) untuk mencari data sebagai bahan buat makalah tugas kuliah makul Psikologi Anak & Remaja Khusus... Jadi kami disuruh nyusun makalah tentang anak-anak or remaja yg punya kekhususan (maaf...kami TIDAK dibiasakan menyebut mereka sebagai anak atau orang cacat...

Oleh gurunya saya diperkenalkan sama seluruh siswa dan masuk ke kelas2, ada kelas A untuk tuna netra, kelas B untuk bisu yg biasanya juga tuli, kelas C untuk tuna grahita, kls D untuk tuna daksa, dan kls E untuk tuna ganda. Tugas saya adalah mengobservasi kegiatan para siswa tsb. Pada jam istirahat kami ngumpul2 dan kongkow2 sebagaimana layaknya para siswa di sekolah kita dulu. Saat itulah saya berkesempatan mengenal anak2 & para remaja tsb.
Saya sempat tertegun ketika 2 remaja putri dari kls A mengajak berkenalan, mereka tidak hanya menyalami saya tetapi juga meminta ijin untuk mengusap wajah saya.... Wajah saya pun diusap oleh tangan2 mungil mereka.

Mereka mengakui menderita tuna netra sejak lahir jadi mereka tidak pernah menyaksikan indahnya warna warni dunia... Tahu tidak, mereka berdua tidak punya bola mata, jadi kedua mata mereka hanya berupa garis dengan bulu2 halus mirip bulu mata. Yang buat saya takjub adalah kekuatan kulit tangan mereka dalam meraba bahkan mereka seolah bisa "melihat" warna dg telapak tangan mereka... Mereka bisa menentukan warna tertentu dengan meraba... termasuk bisa melukis dengan cat air dengan warna2 yang mempesona.... Subhanallah...Allahu Akbar...

Nah pengalaman batin yg lebih menyentuh kalbuku adalah ketika pada waktu masuk sholat Dhuhur, mereka sebagian dg bahasa isyarat menanyakan apakah saya sholat atau tidak, lalu mereka mengajak sy sholat berjamaah di mushola sekolah... Sy pun dipinjami mukena dari bu gurunya. Salah seorang remaja putra dari kls D menjadi imamnya. Setelah mengucap salam dan berdoa bersama, barulah saya menyadari bahwa dari sekitar 12 orang yg sholat berjamaah ketika itu.... saya lah seorang diri yg merupakan manusia normal dalam arti utuh dan mampu menggunakan seluruh anggota badan saya....
Sesaat mata saya terasa basah...tetapi saya tidak boleh memperlihatkan hal itu pada mereka (sesuai pesan bp & ibu gurunya) karena bisa menyinggung perasaan mereka, saya harus tetap tabah dan tidak boleh memperlihatkan keprihatinan di hadapan mereka melihat mereka dg segala keadaan mereka.

Apa pun perkataan dan penilaian terutama yg menyangkut "phisicly" tidak akan mengurangi rasa syukur saya kepada ALLAH SWT. Apa pun, saya sangat bersyukur karena saya bisa merasakan hangatnya sinar mentari menerpa kulit saya serta bisa menikmati semilir angin meniup tubuh saya memberikan kehangatan dan kesegaran Illahi....
Lanjutannya...

25 Maret 2009

Keajaiban Leadership by Aji - eks Fisika2

Oleh Aji - eks Fisika Dua, DePotter90

Dalam suatu persiapan menuju perang Mu'tah 629 M/8 H (Yordania), Rasulullah SAW mengangkat sahabat Zaid bin Haritsah ra sebagai panglima perang yang apabila Zaid syahid maka pucuk pimpinan komando dialihkan kepada Jakfar bin Abu Thalib ra dan apabila Jakfar syahid, panglima perang diestafetkan kepada Abdullah bin Rawahah ra, demikian perintah Rasulullah kepada pasukan kaum muslimin. Musuh yang dihadapi kala itu, bukan main-main dan merupakan kekuatan super power dunia saat itu, Romawi.
Genderang perang ditabuh, 3.000 pasukan muslimin yang sebagian besar sahabat utama rasulullah ikut di dalamnya serta Allah dan Rasul-Nya ridho pada mereka berangkat ke medan laga menghadapi pasukan musuh yang berjumlah 200.000 di bawah komando Heraclius. Perang berkecamuk dengan hebatnya, denting pedang, tombak , desis anak panah teriakan takbir dan erangan kesakitan beserta debu padang pasir yg melingkupi, membaur jadi satu. Aroma surga bagi muslim yang menemui syahidnya menjadi sumber kekuatan luar biasa. Ya... Allah telah melakukan jual beli yang pasti menguntungkan bagi hamba-Nya. Barang siapa yang syahid di jalan Allah, membela agama-Nya, Allah akan menukarnya dengan surga. Allah pasti menepati janji-Nya. Benar adanya Rasulullah mengestafetkan pucuk komando tempur sebelumnya kepada tiga panglima pilihan, karena ketiga pahlawan islam yg mengagumkan, menemui syahid di medan laga. Pasukan muslim terancam kevakuman komando dan mulai terdesak, mengingat jumlah pasukan yang sangat tidak berimbang. Hitung-hitungan di atas kertas, pasukan muslimin hancur berantakan.

Di saat genting, tampillah sosok panglima perang islam, yg oleh sahabat Abubakar ra dikatakan bahwa setelahnya, tidak akan pernah ada seorang ibu-pun yg mampu melahirkan panglima perang seperti dia. Dia adalah Khalid bin Walid ra (salam dan kesejahteraan senantiasa tercurahkan kepada beliau). Sepanjang hidupnya sebagai panglima pasukan muslim, tidak pernah terkalahkan. Dialah Saifullah (pedang Allah), demikian Rasul menjulukinya.

Diaturnya kembali barisan pasukan muslimin, untuk melakukan strategi perang bertahan dan menyelematkan pasukan. Hasilnya pasukan muslimin selamat dari pemusnahan. Sejarah mencatat hasil peperangan adalah seri (draw). Ini semua adalah jasa satu orang bernama Khalid bin Walid sebagai panglima perang. Satu orang menentukan nasib perjuangan islam, satu orang berharga ribuan orang. Itulah PEMIMPIN.

Dalam pertempuran modern PD II, ada Marsekal Rommel dari Nazi Jerman, yang mengusir Inggris dari Afrika utara sampai ke Mesir. Itu semua adalah jasa satu orang bernama Rommel sebagai panglima perang.

Pemimpin adalah lentera, motivator, inspirator, pelindung, panutan, pendobrak, perintis, pembuka jalan, dan yang paling penting pengambil keputusan (decision maker).

Ucapannya adalah perintah, perilakunya adalah teladan, dan strateginya menentukan nasib seluruh yang dipimpinnya. Seorang pemimpin harus cerdas (fathonah), Amanah, Jujur (sidiq), tabligh (menyampaikan kebenaran). Sedikit saja menurutnya, kalo itu benar maka dampaknya sangat massive dan berskala luas bagi kemaslahatan rakyatnya, sedangkan sedikit saja menurutnya, kalo itu salah maka akan sebaliknya yaitu dapat menyengsarakan rakyatnya.

Hati-hati memilih pemimpin. Ajarkan dan sampaikan kepada siapa saja, setidaknya kepada keluarga kita, kriteria pemimpin menurut tuntunan Rasulullah.
Menjadi pemimpin bukanlah nasib, tapi suatu proses alamiah dan ilmiah serta dapat dipelajari dan diberikan pelatihan kepada siapa saja. Pemimpin memang dilahirkan zaman yang mengiringi seiring problematika kehidupan suatu bangsa. Berniat ibadah, berpikir jernih, tenang, dan selalu ikut tuntunan Rasullullah SAW, pilih dan tentukan pemimpin bangsa ini.

Ya.. Tuhanku, aku rindu dengan pribadi pemimpin yg dilahirkan madrasah Rasulullah dulu. Engkau dan Rasulullah-pun ridho pada mereka. Pemimpin yg senantiasa berjuang dan membela rakyat dan negaranya, serta bertakwa kepada-Mu.
Berkahilah bangsa dan negeri-ini. Lindungilah negara-ku ini.

Aji/Fisika-2
.
Lanjutannya...

24 Maret 2009

Membangun Demokrasiku di Rumahku yaitu Indonesiaku (Aji ex Fisika Loro - DePotter90)

(Aji ex Fisika Loro - DePotter90)

Sekedar intermezo lagi. Mungkin juga lamunan.Andaikata seluruh penghuni langit dan bumi bertanya padaku, antum darimana. Lantang aku jawab tanpa ragu sedikitpun, INDONESIA. Dlm munajat kepada Tuhan, sungguh aku bersyukur dilahirkan di tanah air bernama Indonesia. Aku cinta negeri ini dari ujung rambut sampai ujung kuku-ku.Saat ini negeriku yang damai, permai, yang bernama Ibu Pertiwi sedang hamil tua. Mengandung calon pemimpin masa depan bangsa periode 2009-2014. Layaknya perempuan yang sedang hamil, maka hampir semua geraknya terbatas atau bahkan dibatasi demi kebaikan sang ibu dan si jabang bayinya.

Menyambut kelahirannya yang akan kita daulat menjadi pemimpin, sudahkan melewati proses yg benar dan baik? Tentunya bangsa Indonesia wajib menyiapkannya. Ya.. Kita siap menyambutnya dengan gempita, dengan proses yang kita anggap benar dan baik yaitu pemilu. Secara konsep pemilu kita adalah salah satu yang terbaik di dunia. "One man one vote", yang kita semua tahu, bahwa seorang Nelson Mandela rela memperjuangkannya selama 27 tahun di balik penjara hanya untuk "one man one vote". Ini pesta demokrasi terbesar lima tahunan di Republik, dan rakyat negeri ini berhak menikmatinya yang tentunya dengan cara yg ma'ruf dan menjaga lingkungan serta bertenggang rasa dengan sesama.

Janganlah berpikir sempit dengan lantas mencap baliho, pamflet, yang katanya cuma bisa mengotori keindahan kota. Atau ada pentas seni yang membodohi rakyat. Hendaknya berpikir itu hanyalah salah satu saja proses menyambut lahirnya pemimpin kita.

Sekarang ini sungguh hebat negeriku ini dalam memilih pemimpin. Semua kalangan rakyat negeri ini yang mempunyai hak pilih diundang untuk memberikan suaranya tanpa kecuali. Bersama-sama menentukan pilihan pemimpinnya sesuai kehendaknya. Rakyat berkuasa.Bagi anda yg merasa yakin bahwa dg kuantitas gender akan menang dan memimpin negeri ini, maka dirikan saja Partai Perempuan. Teorinya pasti menang karena jumlah perempuan > laki-laki. Bagi yang meyakini sistem islam dan khilafahnya, buat saja partai islam, logikanya pasti akan menang karena jumlah orang islam 80%. Negeri ini sudah terbuka, kehidupan madani sudah terpampang lebar, yang untuk menuju kesana tidak murah dan tidak gampang, bahkan dengan darah dan air mata para pendahulu kita. Kita wajib memeliharanya.

Mari ajak diri kita, keluarga kita, teman, kolega, tetangga, saudara, dan para handai taulan kita, menjaga ibu pertiwi agar melahirkan calon pemimpin kita dengan selamat lahir dan batin. Dalam islam, memilih pemimpin hukumnya wajib, sebab kalo sampai negeri ini tidak mempunyai pemimpin atau memiliki pemimpin dengan cara yang tidak sah apalagi sampai dengan cara kekerasan, maka musibah akan menimpa kita. Negara akan kacau dan chaos. Ada sekitar 10.000 caleg dari berbagai unsur partai yang akan menjadi wakil kita. Apakah mungkin dari 10.000 tidak ada yg memenuhi kriteria kita? Sepertinya berlebihan.

Kita jaga rumah kita, Indonesia kita. Kita pilih pemimpin yang takut pada Tuhannya, berbakti pada bangsa dan negaranya. Insya Allah, bukankah salah satu doa yang mustajab dan tidak ada hijab di hadapan Allah adalah doa pemimpin yang adil, yang takut pada Tuhannya? Pemimpin seperti itu, akan senantiasa mendoakan rakyat dan negaranya sejahtera dunia dan akhirat. Jangan golput, sebab kalo kita semua berpikir golput, apa yang terjadi nanti dengan negeri ini? Sikap tidak bertgjwab pada kelangsungan hidup negaranya.

Tuhan, lindungilah negeri ini, berkahilah bangsa ini. Terima kasih telah Engkau ciptakan aku sebagai rakyat Indonesia.

Lantas aku terbangun, dan rupanya sudah terdengar kumandang adzan subuh. Sebentar lagi sinar cerah akan terbit di ufuk timur secerah masa depan bangsa dan negaraku ini.

Amien.

Kediri, 24/3/2009
Aji / Eks Fisika-2
Lanjutannya...

    Alumni Fisika 1

    Agus Wuryantoro * Aminurohman * Atmaji Sukoco * Daniel Sadono * Djoko Triwidayanto * Djumono * Dwi "Sendrum" * Dwi Endri Setyowati * Eko Budi Prasetyo * Eko Sujatmiko * Eling Tumiarsih * Endang Mugiastuti * Endar Prastono * Fifi * Avanti Sulistyo Dewi * Halomon Purnomo Sitanggang * Haris Kurniawan * Hartoyo * Hikmah Nur Anggraeni * Imbuh Sulistyorini * Jarot Haryo Wibowo * Joko Sulistyo Tetuko * Joko Sutarno * Judi Elviana * Kasino * Kiswanto * Komariyah * Luthfi Bahyu Aji * Manisman * Mardiyono * Meini Arwati * Miko Hananto * Mukhamad Hasim Iswanto * Paiman * Pudjianto Eko Seno * Putut Wijonarko * Riyadi * Rudi Hartono (Alm) * Sigit Tri Wuryanto * Siti Rokhimah * Slamet Riyadi * Sugiri * Sugiyono * Susilo Wardoyo * Wihartoyo * Yohanes Sukmono

    Alumni Fisika 2

    Agung Budiyono * Agung Prabowo * Ambar Setyorini * Anwar * Mustajabul Mufid * Bambang Ari Prastono * Christina Melyana Rosita * Edi Kurniawan * Hartiningsih * Ie Ay Tjen * Imam Sudibyo * Marsidi * Munirudin * Puji Sri Diananingsih * Purwidiyanto * Ros Mariani * Rudi Aji Hermawan * Rudy Widyantara * Rusdi Pujianto * Sigit Pramudyana * Slamet * Slamet Rahardjo * Slamet Yudho Kusworo * Soenarso * Sri Setiyanti * Sugeng Riyadi * Sugiyanto * Suherman * Supriyanto * Supriyono Subegjo * Sutrisno * Tato Sri Hartono * Teguh Supriyanto * Tori Subiyanto * Tri Adi Wibowo * Tri Wahyudi * Tri Widiyarto Triyono * Umar Sahid * Uud Dharma Aji * Wahyu Indarto * Wasingah (Alm) * Wisnu Subiyanto * Wiwit Kurnanto * Yan Yan Garuyana * Yusda Indria Ambarwati * Yusuf Wibandoko

    Alumni Biologi 1

    Ana Satrianingsih * Antonius Rudi Sasongko * Arin Kurniawati * Arwiyani * Asti Hari Mulianingsih * Bagjowati Lestariningsih * Banu Hestiono * Budi Setyorini * Defrita Elijanti * Dian Saraswati * Djeni Edhi Wibowo * Dwiyanto Indrawan * Dyah Sri Sulistyani * Ekowati Puspitasari * Elisa Setiyawati * Endang Parjiatmi * Estiningtyas Dharmawasih * Hartono * Hedy Soeswandono * Hendrikus Awan Sudewo * Humaedi * Ibnu Wibowo * Indah Warni * Indaryati * Indrawati * Irianto * Isnaeni Widyawati * Karni Widiastuti * Khamid Rifai * Lina Septianingrum * Mohammad Fajar * Nurchayati Salamah * Pujianingsih * Purwanto * R.r. Nur Pawekas Widiastuti * Reni Nursanti * Rudi Sunarko * Sairin * Samirah * Saptono Susilo * Sri Hariyatiningsih * Sugiarti * Rinawati * Susi Harjanti * Tri Widiono

    Alumni Biologi 2

    Abu Darin * Ani Salamah * Bambang Edi Sumarno * Bambang * Setijawan * Dwi Haryanto (Karanganyar) * Edi Musriyanto * Edi Sutarto * Endang Dwi Astuti * Eri Nur Widiastuti * Hartiwi Indaryanti * Komarudin * Kusriyani * Liliek Hikam Himawan * Lilis Kurniawati *Martono (Tangerang) * Mastuti Kustianadjanti * Misman * Mujiono * Munirah * Novi Ratnawati Rahayu (Semarang) * Nur Chayati * Nurhayati Salamah * Prarianto * Respatiningsih * Setijono (Lampung) * Setiyadi (Bali) * Sri Haryani * Sri Purwanti Dewi * Sri Susmiyati * Sugito * Sulasmi * Sumartini * Supiarti * Supraptiningsih * Supriyadi * Suratmi * Suratmin * (Makasar) * Suratni * Sutji Nurhayati (Cilegon) * Tangguh Priatmoko Aji * Tanti Estiningsih * Teguh Setiawan * Tri Endar Suswatiningsih * Tuti Winarni * Wahyu Dwi Nugroho * Widi Hastina * Wing Wiharo (Solo) * Yunita Puspita Dewi

    Alumni Bahasa

    Ambar Pujiyatno * Anando Haryanto * Arief Prasetyo * Arlisman * Beti Rosmawati * Cahyo Pramono * Darwati * Dasuki Suprapto * "Didot" * Dwi Astuti * Edi Suprapto * Ellya * Nila Kusuma * Eni Kusrini * Ety Yuliastuti * Fajar Iva * Ganang Sutopo * Jusiphie Swasti Putra Utami * Kodriyanto * Kristanti Nurwidiyani * M. Romadi * Maria Theresia Ita * Wahyu Yuda Wasti * Muji Sumarti * Muridan * Ninik Ariyani * Nugro Ratnasari * Reny Citasary * Sakimun * Safyudin * Sri Subiyanti * Sulis Tiyowati * Supriyati * Swari Panca Utami * Teguh * Setiyono * Titi Purnawati * Triyanto * Tuti Sugiarti * Urip Danang Nugroho * Walgiyati * Warih Prabowo * Waris * Ronggowarsito * Wiwik Widiasih * Wury Udaningsih * Yatiningsih

    Alumni IPS 1

    Bambang Purwanto * Catherima Neni Suryandari * Christina * Indah Haryanti * Darsimin * Dedi Noerwahyudi * Djatining * Palupi * Djoko Tri Hantoro * Dumpyuk Eti Nurani * Edhi Sasono * Eko Heri Kiswanto * Eko Wahyudiono * Eli Susmieni * Erma Sulistianingsih * Fifti Miniasih * Fitri Rokhmah * Ignatius Edi Saptomo * Ignatius Sigit Kuncoro * Indra Lasmonowati * Kartika Rusmartini * Kasman * Margaretha Indarti Sukmawati * Maryati Is Purwanti * Moh. Basyarudin * Neni Budi Pratiwi * Nugroho Ediharjo * Nuniek Indriani * Purwanti * Risbudiyono * Sigit Priyadi * Slamet Widodo * Sri Kurniati Khofifah * Sri Suprapti * Sudjud Pambudi * Suharyati * Suharyatun * Susianto * Sutadi * Sutarto * Sutomo * Tien Herawati * Toto Tri Baryanto

    Alumni IPS 2

    Abdul Chodik Mukti * Aminah Zuhriyah * Amrih Wibowo * Ananto Handoyo * Anytri Juliawati * Arum Hapsariningtyas * Bambang Mulyono * Barkah Widiyati * Bibit Murti Rahayu * Catur Prasetyo * Dany Wibowo * Densy Fianti * Djuli Setijadi * Dwi Safarini * Dwi Suprihatiningsih * Joko Waluyo * Jony * Wijonarto * Maria Sri Sulastri * M Guntur Prahoro * Minarti * Mugi Rahayu * Muslimah * Restu Ariyani * Retno Wardani * Rina Susanti * Romelani * Roni Andarwantoro * Roslitasari * Rr. Tunjung Bayuwati * Rusmono * Santoso Ari * Nurhadi * Setiyowati * Slamet Riyadi * Sri Indah Wahjuni * Sri Sulastri * Stepanus Setyo Widiyanto * Siti Murfingah * Sugiarto * Supadmi * Suripto * Syaifulludin * Tresnani * Tri Budi Susetyo * Umi Fatimah Warisno * Widiyanti * Widodo

    Sekretariat

    * PondokJaya, Sektor 3A, BintaroJaya, Tangerang
    * Jl. Parkit Sektor2, BintaroJaya, Jakarta Selatan

    Email : DePOTTER90@Ymail.com

    Followers